Transaksi Saham DCII Dibuka, Harga Terus Melambung hingga Market Cap Tembus Rp 750,16 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berlanjut usai transaksinya kembali dibuka mulai hari ini oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan teresbut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham DCII melesat menjadi Rp 750,16 triliun, bahkan sempat menggulingkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di posisi market cap tiga terbesar di BEI.
Hingga pukul 11.00 WIB, saham DCII menguat 8,93% menjadi Rp 314.800, sehingga market cap melesat menjadi Rp 750,16 triliun. Angka ini terpaut rendah dari TPIA mencapai Rp 774,27 triliun. Sedangkan transaksi sahamnya pagi ini sempat menebus rekor tertinggi sepanjang masa Rp 320.500.
Baca Juga
Saham COIN, DCII, NRCA, hingga ARCI Terkena Suspensi Usai Melambung Pesat
DCII resmi diperdagangkan di BEI sejak 6 Januari 2021 dengan jumlah saham terdaftar sebanyak 2,38 miliar unit. Saat itu, saham DCII dilepas dengan harga Rp 420, sehingga terkumpul dana Rp 150,17 miliar. Adapun market cap DCII saat listing perdana hanya mencapai Rp 1 triliun.
Dibandingkan dengan market cap saat ini, peningkatan kapitalisasi pasar DCII lebih dari 749 kali hanya dalam 3,5 tahun. Tak hanya itu kenaikan harga tersebut menjadikan tiga pemegang saham pengendalinya masuk dalam daftar top 10 terkaya di Indonesia berdasarkan perhitungan Forbes.
Otto Toto Sugiri selaku pengendali dengan kepemilikan 29,9% saham DCII menduki peringkat kelima terkaya di Indonesia dengan nilai US$ 13,9 miliar. Kemudian, Marina Budiman yang menguasai 22,51% saham DCII torehkan peringkat terkaya keenam bernilai US$ 10,2 miliar dan Han Arming Hanafia Han Arming Hanafia selaku pemegang 14,11% saham DCII tercatat sebagai orang terkaya kedelapan Indonesia dengan nilai kekayaan US$ 6,6 miliar.
Baca Juga
Selain dua pemegang saham tersebut, Anthoni Salim, pengendali grup Indofood, diuntungkan atas peningkatan harga saham DCII. Sebagaimana diketahui Anthoni Salim merupakan investor strategis dengan kepemilikan 11,12% saham DCII atau dengan nilai sahamnya lebih dari Rp 83 triliun.
Terkait kinerja keuangan, DCII mengumumkan peningkatan pesat pendapatan dari Rp 354,41 miliar menjadi Rp 773,55 miliar hingga kuartal I-2025. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan pesat laba bruto dari Rp 203,39 miliar menjadi Rp 519,68 miliar.
Dengan kenaikan ini, laba periode berjalana DCII melesat dari Rp 142,79 miliar menjadi Rp 418,94 miliar hingga Maret 2025. DCII tercatat sebagai emiten dengan tingkat pertumbuhan laba pesat dalam lima tahun beruntun, yaitu tahun 2020 dengan laba Rp 183,14 miliar, 2021 senilai Rp 261,14 miliar, tahun 2022 meningkat menjadi Rp 367,84 miliar, tahun 2023 senilai Rp 514,23 miliar, dan tahun 2024 bertumbuh lebih pesat menjadi Rp 796,47 miliar.

