IHSG Berpeluang Bertahan di Atas 7.000, Simak Rekomendasi 3 Saham Energi Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang bertahan di atas level 7.000 pada pekan ini, meskipun tekanan eksternal diperkirakan akan menekan laju indeks. Dua sentimen utama diprediksi menjadi fokus pelaku pasar: kebijakan suku bunga The Fed dan eskalasi konflik Israel-Iran.
Analis Ekuitas Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi, menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini cenderung wait and see menjelang hasil pertemuan FOMC. “Kemungkinan besar Fed Fund Rate akan tetap ditahan. Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah bisa menambah tekanan negatif bagi pasar,” ujarnya, Senin (30/6/2025).
Baca Juga
IHSG diproyeksikan bergerak melemah dengan area support di 6.994 dan resistance di 7.239. Meski begitu, peluang mendarat kembali di atas level 7.000 masih terbuka, didukung sejumlah sentimen teknikal dan sektor tertentu, khususnya energi dan komoditas.
Eskalasi konflik Israel-Iran meningkatkan risiko geopolitik, yang berdampak pada kenaikan harga minyak dan emas. Jalur vital seperti Selat Hormuz, yang dilintasi oleh sekitar 20% pasokan minyak dunia, menjadi titik rawan yang menambah kekhawatiran global.
Rekomendasi Saham Potensial Pekan Ini
1. Buy MEDC
o Entry: Rp 1.400
o Target: Rp 1.500
o Stop loss: < Rp 1.360
Saham Medco Energi menarik seiring lonjakan harga minyak global akibat potensi gangguan di Selat Hormuz.
2. Buy on Breakout ELSA
o Entry: Rp 520
o Target: Rp 545
o Stop loss: < Rp 505
Saham Elnusa juga sensitif terhadap tren harga minyak dan berpotensi breakout jika tekanan geopolitik meningkat.
3. Buy on Breakout ANTM
o Entry: Rp 3.350
o Target: Rp 3.600
o Stop loss: < Rp 3.240
Antam berpotensi naik terdorong oleh lonjakan harga emas dunia yang diproyeksi menuju US$ 3.700–4.000/t.oz menurut Goldman Sachs dan Bank of America.
Baca Juga
Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup menguat 0,74% ke level 7.166,06. Namun, Imam mengingatkan bahwa secara teknikal terbentuk pola shooting star yang menandakan potensi koreksi.
IHSG sempat mencapai level tertinggi mingguan di 7.239,95, didorong kabar positif pertemuan AS-China yang sepakat membentuk kerangka kerja gencatan perang dagang. Namun, penguatan tertekan kembali setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran dalam Operasi Rising Lion pada 13 Juni 2025.

