Kontrak Abadi Kripto Dapat Lampu Hijau, Coinbase Terdepan Dalam Revolusi Derivatif AS
Kepala Produk Konsumen Coinbase Max Branzburg mengungkapkan, pada 13 Juni pihaknya berencana meluncurkan kontrak berjangka abadi yang sesuai dengan aturan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk pelanggan AS.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam lanskap regulasi kripto, mengingat kontrak sejenis sebelumnya tidak dapat diakses oleh investor ritel di AS.
Perps, kontrak derivatif tanpa tanggal kadaluarsa, memungkinkan investor berspekulasi terhadap pergerakan harga kripto seperti Bitcoin dan Ethereum dengan leverage tinggi. Namun, risiko yang tinggi, terutama bagi pedagang eceran yang minim pengalaman, menjadi sorotan utama regulator. Leverage hingga 100 kali lipat dinilai bisa menjerumuskan pengguna pada kerugian besar hanya dalam waktu singkat.
Baca Juga
Platform Kripto Coinbase Diretas, Kerugian Mencapai Rp 6,4 Triliun
Kepala Strategi Coincall Fenni Kang mengingatkan, perps bisa menjadi ‘bom waktu’ bagi investor yang tidak memahami konsep margin atau manajemen risiko. “Bahkan jika analisis pasar mereka benar, trader bisa dilikuidasi hanya karena fluktuasi kecil yang melebihi batas margin,” ujarnya, dilansir dari Cointelegraph, Senin (23/6/2025).
Kekhawatiran semacam ini mendorong CFTC pada 2023 untuk mengeluarkan nota peringatan terhadap bursa yang menawarkan derivatif tanpa pengawasan memadai. Namun, di bawah pemerintahan baru Donald Trump, pendekatan terhadap regulasi kripto berubah drastis. CFTC mencabut nota tersebut pada Maret 2025 dan membuka konsultasi publik terkait perps pada April 2025.
Komisioner CFTC Caroline Pham menyatakan, pihaknya kembali ke prinsip dasar dalam mengevaluasi kontrak ini dan menegaskan bahwa regulator tidak bermaksud memperlakukan derivatif aset digital berbeda dari produk keuangan lainnya.
Langkah cepat pun diambil oleh Bitnomial, bursa yang sudah terdaftar sebagai Designated Contract Market (DCM) di bawah CFTC. Hanya dua hari setelah CFTC membuka konsultasi publik, Binomial mensertifikasi sendiri kontrak berjangka abadi mereka. CFTC tak keberatan, menandakan perubahan besar sedang terjadi.
Coinbase tidak mau ketinggalan. Wakil Presiden Manajemen Produk Coinbase Greg Tusar mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan CFTC selama lebih dari setahun untuk merancang produk derivatif yang sesuai regulasi.
“Kami hampir siap meluncurkan produk ini dan akan segera mengumumkan tanggalnya,” katanya.
Baca Juga
Sekadar informasi, perps adalah jenis kontrak derivatif di mana trader bisa membeli dan menjual aset digital seperti Bictoin tanpa tanggal kadaluarsa. Artinya, kontrak ini bisa disimpan selama yang diinginkan. Berbeda dengan kontrak berjangka biasa yang punya tanggal jatuh tempo, perps tidak pernah kadaluarsa dan terus berlaku selama trader memenuhi syarat marjin (jaminan) yang diminta oleh platform.
Perps sendiri telah menjadi fondasi perdagangan kripto global selama bertahun-tahun. Menurut Adam McCarthy dari Kaiko, volume perdagangan perps secara konsisten melampaui pasar spot harian. Data CoinMarketCap mencatat, minat terbuka terhadap perps mencapai US$ 704 miliar pada 20 Juni 2025.
Meski masih ada kekhawatiran terkait perlindungan konsumen, analis percaya bahwa minat investor ritel terhadap instrumen ini akan terus meningkat, terutama dari kalangan trader aktif.

