Terbesar di ASEAN, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 11.298 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) pasar saham Indonesia tertinggi di ASEAN yaitu senilai US$ 721,59 miliar atau Rp 11.298 triliun.
Kepala Divisi Riset PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Verdi Ikhwan mengatakan, setelah Indonesia, peringkat dua diduduki oleh Thailand dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 490,88 miliar. Disusul oleh Singapura dengan kapitalisasi pasar US$ 384,56 miliar, Malaysia US$ 364,11 miliar, Vietnam US$ 237,56 miliar, dan terakhir ditempati oleh Filipina dengan market cap senilai US$ 222,28 miliar.
Dikatakan Verdi, pencapaian Indonesia sebagai peringkat satu dalam kapitalisasi pasar dipengaruhi oleh penambahan jumlah emiten dan investor. Hingga saat ini, total jumlah emiten tercatat di Indonesia adalah 902 emiten, dan angka tersebut masih di bawah Malaysia dengan perusahaan tercatat sebesar 990 emiten.
Baca Juga
BEI Optimistis Transaksi Harian Tembus Target Rp 12,25 Triliun, Cek Pendorongnya
“Dari jumlah emiten tercatat itu masih di bawah Malaysia yang 990, diikuti oleh Thailand, Singapura, Vietnam, dan Filipina,” tuturnya, pada acara Market Outlook 2024 dan Perkembangan Pasar Modal Indonesia, Rabu (13/12/2023).
Dari sisi jumlah investor, Verdi menungkapkan bahwa masih banyak ruang untuk tumbuh bagi Pasar Modal Indonesia. Saat ini, jumlah investor saham di Indonesia yang tercatat di BEI adalah 5.175.501 atau 1,88% dari total keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 90 Poin, Pertama Kalinya WIKA Pimpin Saham Tercuan
“Kita saat ini ada 5 juta investor, masih kalah dengan negara Vietnam yang mencapai hampir 7 juta, tapi kalau dari kapasitas kalau kita bandingkan dengan potensi yang ada, kita masih relatif besar ruang untuk tumbuh,” tegasnya.
Dari sisi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sendiri, Indonesia menduduki peringkat ke 3 dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar US$ 692,42 juta atau Rp 10,50 triliun. Peringkat 1 ditempati oleh Thailand dengan RNTH sebanyak US$ 1.500 juta atau Rp 23,29 triliun, disusul dengan Singapura di peringkat kedua dengan RNTH sebesar US$ 771 juta atau Rp 11,97 triliun. (CR-4)

