Chandra Asri (TPIA) Angkat Suara soal Volatilitas Harga Saham di Bursa Efek
JAKARTA, investortrust.id – Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Ari Pacific Tbk (TPIA) angkat suara terkait pengehntian sementara perdagangan saham Perseroan (suspense) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri, Suryandi, mengatakan, pergerakan harga saham merupakan dinamika pasar dan di luar dari kendali Perseroan.
‘’Dinamika pasar, entah bagaimana mereka (pelaku pasar) melihat pengembangan bisnis dari perusahaan. Berapa jumlah saham yang beredar di masyarakat. Harganya seperti apa,” ujar Suryandi dalam Public Expose Insidentil PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang digelar secara daring, Rabu (10/01/2024).
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Bangun Pabrik Ethylene Dichloride, Siap Kucurkan Capex US$ 400 Juta
Oleh sebab itu, kata dia, TPIA menyerahkan masalah penilaian ketidakwajaran tersebut kepada pihak otoritas, seperti Bursa Efek Indonesia.
“Kalau dikatakan tidak wajar, ya tentu saja itu kita serahkan kepada pihak-pihak yang memang otoritas pasar. Misalnya IDX terutama,” paparnya.
Sebagai informasi, BEI melakukan mengalami suspensi saham TPIA pada 22 Desember 2023. BEI menyebut, suspensi tersebut bertujuan untuk cooling down seiring kenaikan komulatif signifikan saham TPIA di pasar.
Baca Juga
IHSG Ditutup Anjlok 1,14%, Saham GLVA, TPIA, dan BREN Auto Reject Bawah
Dengan suspensi tersebut, pelaku pasar memperoleh waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan investasinya di saham TPIA. Namun, pada tanggal 27 Desember 2023, BEI membuka suspensi saham TPIA dan sahamnya kembali diperdagangkan.
Menurut data yang diperoleh Investortrust.id, harga saham TPIA telah melesat dari level Rp 2.950 akhir November 2023 menjadi Rp 5.875 per saham pada penutupan perdagangan 21 Desember 2023.
Sementara pada penutupan perdagangan sesi II hari ini (10/01/2024), harga saham TPIA turun 5,21% ke level Rp 4.000 per saham.

