Prospeknya Wangi, Saham HRUM Bisa Kejar Target Rp 2.200
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten tambang batu bara dan nikel, PT Harum Energy Tbk (HRUM) direkomendasikan beli dengan target price Rp 2.200 per saham. Target ini menyiratkan (PER) sebesar 10,4 kali atas proyeksi kinerja tahun 2024.
Tim Riset PT Samuel Sekuritas menyebut, rating buy dengan TP Rp 2.200 direkomendasikan dengan pertimbangan perkiraan volume penjualan batu bara HRUM menjadi 7 juta ton, karena produksi baru bara Perseroan di semester I-2023 lebih tinggi dari perkiraan awal.
Baca Juga
Emiten Periklanan (DOOH) Bidik Pendapatan Rp 150 Miliar, Cek Penyokongnya
Selain itu, Samuel memperkirakan operation expenditure HRUM akan menurun seiring perkiraan turunnya biaya provisi DMO pada 2023.
“Selanjutnya, kami juga menyesuaikan asumsi harga nikel untuk tahun 2023 dan 2024 masing-masing menjadi US$ 22.500 per ton dan US$ 22.000 per ton. Terakhir, kami menyesuaikan proyeksi jangka panjang untuk harga nikel menjadi US$ 20.500 per ton (sebelumnya: US$ 22.500),” tulis Analis Samuel Sekuritas, Juan Harahap dan Haikal Putra Samsul, Kamis (12/10/2023).
Kendati rating beli disematkan, Samuel mengingatkan adanya potensi risiko tidak tercapainya TP Rp 2.500, diantaranya, merosotnya harga komoditas dan perubahan regulasi. Saat ini harga saham HRUM tercatat bertengger di level 1.640 turun 2% dari harga penutupan pasar saham Rabu kemarin (11/10/2023).
Baca Juga
Investasi Rp 21,3 Triliun, Emiten Tol Grup Salim (META) Resmi Pegang Konsesi JORR Elevated
Sebelumnya, HRUM dikabarkan HRUM telah resmi mengakuisisi 51% saham PT Infei Metal Industry (IMI) dari Central Halmahera Holding Pte Ltd senilai US$ 70,4 juta (Rp 1,1 triliun), yang memberikan HRUM kendali penuh (99,99% kepemilikan) smelter IMI dengan harga US$ 7.414/ ton, di bawah rata-rata saat ini yang sebesar US$ 9.889/ton.
“Kami yakin akuisisi ini akan menjadi sentimen positif bagi HRUM, karena akan membantu HRUM memperkuat posisinya di sektor mineral,” tulis Samuel.

