Gara-gara Saham Ini, Investor Asing Net Sell Rp 1,35 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,35 triliun di seluruh pasar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/9/2023), ditutup melesat 23,46 poin (0,34%) menjadi 6.982,79.
Baca Juga
Dian Swastatika (DSSA) Lanjut Buyback, Kali Ini Bernilai Rp 1,76 Triliun
Net sell terbanyak melanda kelima saham berikut, yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 1,76 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 220,82 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 116,33 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai Rp 73,02 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 66,68 miliar.
Sebaliknya kelima saham ini mencatatkan pembelian bersih (net buy), yaitu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 212,75 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 177,32 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 174,38 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 120,50 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 102,06 miliar.
Baca Juga
Barito Renewables Siapkan IPO, Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Terbang ke Level Tertinggi Baru
Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham material dasar 2,06%, sektor energi 0,24%, sektor industri 0,22%, dan sektor konsumer primer.
Sebaliknya pelemahan sejumlah sektor saham ini, yaitu sektor kesehatan 1,96%, saham sektor properti 1,08%, sektor konsumer primer 0,89%, sektor keuangan 0,10%, dan sektor konsumer teknologi 0,08%.
Baca Juga
Di tengah lompatan IHSG, empat saham ini mencatatkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) naik Rp 35 (34,66%) menjadi Rp 136, PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) naik Rp 62 (24,80%) menjadi Rp 312, PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp 104 (24,41%) menjadi Rp 530, dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) naik Rp 76 (24,84%).
Penguatan juga melanda saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) sebanyak Rp 310 (17,13%) menjadi Rp 2.120 dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) senilai Rp 185 (15,04%) menjadi Rp 1.415.

