Net Buy Berlanjut Rp 430,32 Miliar, Saham Bank BUMN Ini kembali Diburu
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali memburu saham-saham bank papan atas. Aksi tersebut menjadikan net buy saham senilai Rp 430,32 miliar yang berimbas terhadap berlanjutnya penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/1/2025), sebanyak 27,96 poin (0,39%) menjadi 7.107.
Net buy terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 372,71 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 163,55 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 45,02 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 29,13 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PTRO) Rp 24,01 miliar.
Baca Juga
3 Bulan Jabat Presiden, Prabowo Makin Yakin Ekonomi RI Tumbuh Lebih dari 8%
Sebaliknya lima saham dengan torehan penjualan bersih (net sell) terbanyak hari ini adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 79,13 miliar, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Rp 63,53 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 43,30 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 25,81 miliar, dan PT Sumer Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 22,92 miliar.
Penguatan ini sejalan dengan kenaikan hampir seluruh bursa saham Asia, seperti Strait Times, Hang Seng, dan Nikkei. Sedangkan penyumbang terbesar kenaikan indeks berasal dari kenaikan saham emiten bank papan atas dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Penyumbang utama kenaiakn indeks datang dari saham sektor keuangan 0,64%, sektor property 0,95%, sektor energi 0,71%, sektor transportasi 0,13%, dan sektor infrastruktur 0,37%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer, teknologi, kesehatan, dan material dasar.
Baca Juga
Bukalapak (BUKA) Buka Opsi Penggunaan Sisa Dana IPO untuk Akusisi
Di tengah berlanjutnya penguatan indeks hari ini, tiga saham berhasil torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA) naik 25% menjadi Rp 515, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 24,49% menjadi Rp 915, dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) naik 19,93% menjadi Rp 8.725.
Penguatn pesat juga melanda saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) sebanyak 18,61% menjadi Rp 6.850 dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) melesat 15,30% menjadi Rp 505.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Satrian Antaran Prima Tbk (SAPX), PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), PT Inter Delta Tbk (INTD), dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN).
Baca Juga
IHSG kemarin ditutup melambung sebanyak 122,9 poin (1,77%) menjadi 7.079,56 setelah BI Rate dipangkas sebanyak 25 bps menjadi 5,75%. Pemodal asing juga berbalik membeli bersih (net buy) saham senilai Rp 593,86 miliar dimotori PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 429,13 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 157,07 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 54,78 miliar.
Pendorong utama saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi pendorong utama setelah naik Rp 290 (7,63%) menjadi Rp 4.090, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat Rp 280 (6,78%) menjadi Rp 4.410, PT Bank Mandiri TbK (BMRI) naik Rp 350 (6,48%) menjadi Rp 5.750, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 4,29% menjadi Rp 1.095. Begitu juga dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,89% menjadi Rp 9.800.

