Berpotensi Tumbuh, Sederet Koin Kripto ini Bakal Jadi Tren di 2025?
JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan berkembangnya pasar kripto global, bermunculan koin-koin kripto yang berpotensi menorehkan pertumbuhan keuntungan yang pesat. Sejumlah koin seperti Hive, Adventure Gold, Thena, dan dForce muncul sebagai pilihan utama di tahun 2025.
Melansir CryptoNewsDeal, Senin (30/12/2024), koin-koin tersebut muncul sebagai pilihan utama untuk tahun depan, dengan menawarkan berbagai keunggulan dan keunikan, mulai dari permainan dan aplikasi terdesentralisasi, hingga likuiditas.
Hive (HIVE)
Hive adalah sistem blockchain yang menerapkan model konsensus delegated proof of stake (DPoS) atau salah satu mekanisme konsensus yang digunakan dalam teknologi blockchain untuk memastikan validitas transaksi dan mencapai konsensus di antara peserta jaringan.
Hive adalah hard fork yang berasal dari blockchain Steem. Sistem ini memungkinkan peralihan dari web 2.0 ke web 3.0 menggunakan aplikasi yang bekerja dengan pemrosesan cepat dan transaksi tanpa biaya miliknya.
Platform ini mendukung berbagai kebutuhan pelanggan, termasuk media sosial dengan imbalan yang dimonetisasi, dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Ekosistem Hive berjalan pada dua aset kripto, yakni HIVE, token tata kelolanya, dan HBD, stablecoin yang dipatok dalam dolar Amerika Serikat (AS).
Harga Hive tercatat US$ 0,3844 pada Senin (30/12), pukul 11.37 WIB. Sementara kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 192,36 juta.
Baca Juga
Transaksi Kripto Capai Rp 556,53 Triliun, Jumlah Pelanggan Tembus 22,11 Juta per November 2024
Adventure Gold (AGLD)
Adventure Gold, token ERC-20 yang berasal dari proyek Loot NFT ini telah mengukir ceruk di jagat aset digital yang terdesentralisasi. Awalnya diluncurkan sebagai airdrop pada September 2021, setiap pemilik Loot NFT dapat mengklaim 10.000 token, yang dengan cepat membuat AGLD bernilai di pasar.
Namun, token tersebut telah berevolusi untuk mendukung Adventure layer, solusi layer 2 untuk fully onchain games (FOCG). Selain itu, AGLD memungkinkan komunitasnya untuk memberikan suara pada perkembangan penting, sejalan dengan etos desentralisasi proyek loot.
Harga AGLD tercatat US$ 2,52 pada Senin (30/12), pukul 11.43 WIB. Sementara kapitalisasi pasarnya mencapai 194,33 juta.
Baca Juga
Thena (THENA)
Thena, bursa terdesentralisasi (DEX) di rantai BNB, mengatasi tantangan likuiditas dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Menawarkan perdagangan spot dan perpetual, Thena mengintegrasikan model ve (3,3) yang inovatif, memungkinkan protokol untuk mengoptimalkan likuiditas dengan mempengaruhi distribusi hadiah melalui pemungutan suara token veTHE.
Pasar likuiditas unit platform ini meningkatkan strategi untuk manajemen likuiditas, berkontribusi pada total value locked (TVL) yang lebih tinggi dan menarik peserta di seluruh spektrum DeFi. Selain itu, pendekatan komprehensif Thena memposisikannya sebagai pemain utama dalam memenuhi permintaan likuiditas protokol DeFi.
Harga Thena tercatat US$ 1,60 pada Senin (30/12), pukul 11.47 WIB. Sementara kapitalisasi pasarnya mencapai 135,71 juta.
dForce (DF)
dForce menyediakan berbagai macam protokol Web3, yang mencakup stablecoin, pasar uang, dan token aset dunia nyata (RWA). Ekosistemnya mencakup GOLDx, token yang didukung oleh aset emas penyusunnya, yang menyediakan alternatif yang stabil di pasar kripto yang bergejolak.
Selain itu, melalui token utilitasnya, DF memastikan tata kelola yang terdesentralisasi dan partisipasi masyarakat. Protokolnya menargetkan peningkatan likuiditas di berbagai ekosistem, termasuk Bitcoin Layer 2 dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terdesentralisasi, memperkuat perannya dalam membentuk lanskap DeFi.
Harga DF tercatat US$ 0,087 pada Senin (30/12), pukul 11.52 WIB. Sementara kapitalisasi pasarnya mencapai 87,2 juta.

