AEI: Emiten Bertanggung Jawab Beri Pemahaman Mendalam tentang Perusahaan kepada para Investor
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Armand Wahyudi Hartono menegaskan, emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertanggung jawab memberikan pemahaman yang mendalam tentang perusahaan kepada masyarakat dan para investor. Hal itu diperlukan untuk mendorong literasi keuangan dan membangun pasar modal yang berkualitas.
"Sebagai perusahaan publik yang menjadi wahana investasi bagi masyarakat luas, emiten memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai perseroan, guna mendorong literasi keuangan serta pendalaman pasar modal yang lebih baik," kata Armand dalam acara HUT ke-36 AEI di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Menurut Armand, AEI terus mendorong anggotanya meningkatkan pengetahuan para investor dan masyarakat tentang masing-masing perusahaan. Sepanjang tahun ini, AEI telah menggelar 33 workshop, pelatihan, dan edukasi yang diikuti sedikitnya 5.712 peserta.
Baca Juga
“Selain itu, AEI telah memperluas kolaborasi strategis dengan mitra-mitra baru untuk mendukung peningkatan kapasitas emiten dan profesional yang terlibat di dalamnya,” tutur dia.
Tak hanya itu, Armand mengatakan, AEI telah memberikan layanan konsultasi kepada anggota melalui klinik hukum dan perpajakan. “Sepanjang tahun ini, klinik tersebut telah menangani lebih dari 233 pertanyaan dan diskusi yang dijawab oleh para profesional lintas komite di AEI,” ujar Armand.
AEI, menurut Armand Wahyudi Hartono, juga turut mendukung peningkatan exposure emiten anggota melalui berbagai aktivasi digital melalui podcast, seperti Bincang Emiten, Cari Tau, dan Indonesia MoneyVibes, serta mengoptimalkan kanal-kanal media sosial yang dikelola asosiasi tersebut.
Di momen yang sama, AEI turut merayakan HUT ke-36 AEI yang ditandai beberapa agenda penting, di antaranya peresmian platform keanggotaan AEI terbaru sebagai bagian dari roadmap digitalisasi.
“Platform ini akan menjadi one-stop solution bagi seluruh anggota AEI untuk memonitor aktivitas keanggotaan, administrasi, hingga partisipasi dalam kegiatan pengembangan emiten, seperti workshop dan pelatihan. Platform ini akan diimplementasikan secara penuh pada 2025,” terang dia.
Kemudian, kata Armand, AEI juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan mitra kolaborasi. “Kerja sama ini bertujuan mendukung pengembangan kapasitas emiten dan peningkatan tata kelola perusahaan yang lebih baik,” tutur dia.
Dia menambahkan, sebanyak 12 mitra strategis yang akan berkolaborasi dengan AEI di antaranya Pefindo, IDX STI, KNKG, GRI, ACEXI, MVGX, BATS Consulting, BRI Danareksa Sekuritas, CORIS, MCorp, SB IPB, dan Share Investor.
“Lalu AEI turut menggelar talkshow global outlook yang menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda. Diskusi ini akan membahas tantangan dan peluang ekonomi global ke depan, serta dampaknya bagi emiten-emiten pasar modal Indonesia,” kata Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tersebut.
Baca Juga
Tak Cuma Kuantitas, AEI Harap Perusahaan yang IPO Juga Berkualitas
Terakhir, AEI mengadakan program Listed Co Goes To Campus (LCGTC) pada awal 2025. Sebagai bagian dari HUT ke-36, AEI akan meluncurkan program LCGTC di berbagai universitas untuk mendukung literasi pasar modal dan memperkenalkan emiten serta operasional bisnis mereka kepada basis investor muda semenjak di kampus.
“Program tersebut ditujukan untuk pendalaman pasar dan selaras dengan kampanye Gencarkan dan Aku Investor Saham yang diinisiasi oleh OJK dan IDX,” ucap Armand.

