IHSG Sesi I Melesat 20,58 Poin, Beberapa Saham Ikut Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (21/10/2024), ditutup menguat 20,58 poin (0,27%) menjadi 7.780. Pergerakan idneks dalam rentang 7.739-7.795 dengan nilai transaksi Rp 5,86 triliun.
Penguatan tersebut terdorong atas kenaikan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor material dasar 1,24%, sektor teknologi 1,70%, sektor konsumer primer 0,70%, sektor properti 0,64%, dan sektor energi 0,53%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur, transportasi, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Hery Gunadi Optimistis Market Cap BSI (BRIS) bisa Lompat Peringkat Lima di BEI
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini torehkan lompatan harga, yaitu PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) melesat 30,56% menjadi Rp 94, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melesat 24,81% menjadi Rp 332, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) naik 20,51% menjadi Rp 940, PT WIR Asia Tbk (WIRG) naik 18,26% menjadi Rp 136, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 16,85% menjadi Rp 416.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda lima saham berikut, yaitu PT Selaras Citra Nusantara Perkasa tbk (SCNP), PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS), PT Multifilling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR).
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil ditutup melesat sebanyak 3,18% dari 7.750-7.760 dengan rata-rata transaksi Rp 10,92 triliun per hari.
Baca Juga
Gara-gara Hal Ini, Elon Musk Minta Tesla Pindahkan Simpanan Bitcoinnya Senilai Rp 11,59 Triliun
Lompatan indeks tersebut lebih pesat dibandingkan dengan pekan sebelumnya hanya 0,33%. Lompatan indeks tersebut sejalan dengan sikap optimisme investor terhadap pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang resmi menjabat mulai besok.
Sedangkan sektor saham dengan penopang utama lomptan indeks pekan ini datang dari saham sektor teknologi, sektor konsumer non primer, sektor properti, sektor energi, sektor industri, Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan dan sektor konsumer primer.
Penguatan indeks pekan ini didukung kenaikan sebanyak 459 saham dan sebanyak 231 saham ditutup stagnan. Adapun sebanyak 251 saham masih catatkan penurunan. Saham dengan kenaikan didominasi saham-saham kapitalisasi pasar besar.
Grafik IHSG

