Dipimpin ATLA, Saham Tercuan Sepekan Melesat hingga 80%
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak lima saham berhasil torehkan penguatan lebih dari 50% sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini. Bahkan, ada saham yang berhasil torehkan kenaikan hingga 80%.
Lompatan harga saham tersebut sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini sebanyak 2,60% dari 7.063 menjadi 7.253. Pemodal asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham Rp 2,68 triliun.
Baca Juga
Wall Street Reli, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Cetak Rekor Baru
Data BEI menyebutkan kenaikan paling pesat saham pekan ini dibukukan saham PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menguat 80% dari Rp 50 menjadi Rp 90. Kenaikan selanjutnya melanda saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) sebanyak 70,73% dari Rp 1.230 menjadi Rp 2.100.
Penguatan berikutnya dicatatkan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 60% dari Rp 86 menjadi Rp 141, PT MNC Land Tbk (KPIG) naik 60% dari Rp 50 menjadi Rp 80. Terakhir, saham PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) melesat dari Rp 44 menjadi Rp 70 atau 59,09%.
Sedangkan lima saham lainnya melesat mulai dari 25,49-48,15%, seperti saham AGRS naik 48,15%, saham VKTR naik 35,11%, saham GTBO menguat 30,43%, saham MSKY naik 30%, dan saham PPRE melesat 25,49%.
Terkait lompatan indeks pekan ini ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor industri naik 6,17%, sektor energi menguat 5,86%, dan sektor transportas naik 4,96%.
Baca Juga
Kenaikan selanjutnya melanda saham sektor material dasar 3,86%, sektor teknologi 2,85%, sektor properti 1,40%, sektor konsumer non primer 1,34%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,57%
Penguatan indeks pekan ini juga didukung kenaikan sebanyak 457 saham. Sedangkan sisanya sebanyak 270 saham ditutup melemah dan sebanyak 205 saham tidak mengalami perubahan harga.
Tak hanya terjadi kenaikan, investor asing gencar merealisasikan pembelian bersih mencapai Rp 2,63 triliun pekan ini. Terjadi peningkatan dari net buy pemodal asing pekan lalu hanya Rp 499,99 miliar.
Grafik IHSG

