BEI Ungkap Pemicu Penurunan Laba di 2023 hingga Pengangkatan Dewan Komisaris Baru
JAKARTA, investortrust.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan penurunan laba bersih sebanyak 40,3% menjadi Rp 578,67 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 968,74 miliar.
Sedangkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) BEI, Rabu (26/6/2024), menyetujui pengangkatan anggota Dewan Komisaris BEI untuk masa bakti 2024 – 2028 yakni Nurhaida sebagai Komisaris Utama, sedangkan Yozua Makes, Mohamad Oki Ramadhana, Karman Pamurahardjo, dan Lany Djuwita sebagai Komisaris.
Baca Juga
Mantan Dirut BEI Layangkan Surat Terbuka ke OJK Terkait FCA hingga Pendirian Bursa Efek Baru
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, meskipun laba turun, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sepanjang tahun 2023. Penurunan laba dipengaruhi atas kenaikan beban, terutama beban gaji dan tunjangan yang kontribusinya sebanyak 30,7% dari total beban perseroan atau naik 19,1% dari tahun sebelumnya.
Kenaikan ini, kata Iman, terutama berasal dari adanya implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 66 tahun 2023 tunjangan pajak perusahaan sebesar 71%. Sehingga, gaji yang paling besar adalah kenaikan tunjangan pajak, sementara kenaikan gaji berbanding tahun lalu naik sebesar 3,1%.
“Meski meningkat kontribusi gaji dan tunjangan baru mencapai 30,7% ini masih lebih rendah, dibandingkan dengan bursa ASEAN lainnya seperti bursa Thailand, bursa Malaysia, dan Singapura yang masih rata-rata di angka 40-50%,” papar Iman.
Di samping itu, terkait Pasal 70 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mewajibkan Perseroan untuk menyisihkan paling sedikit 20% dari modal ditempatkan dan disetor, apabila perseroan memiliki saldo laba positif.
Baca Juga
BEI Revisi Minor Aturan Papan Pemantauan Kusus, Berikut Perubahannya
Atas hal tersebut, perseroan telah meminta persetujuan pemegang saham untuk menyesuaikan nilai cadangan wajib atas saldo laba perusahaan sebesar 20% dari modal disetor seiring dengan peningkatan modal disetor BEI setelah kapitalisasi saldo laba ditahan yang berlaku efektif sejak 8 September 2023.
Besarnya penyisihan dari laba bersih tahun buku 2023 yang dialokasikan ke cadangan wajib adalah Rp 151,69 miliar. Sehingga, total cadangan wajib yang terbentuk adalah Rp 154,50 miliar atau 20% dari modal disetor Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp 772,50 miliar.

