Polisi Nasional Ukraina Tahan 14 Tersangka Terkait Jaringan Kriminal Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Kepolisian Nasional Ukraina melakukan penyelidikan terhadap jaringan pusat panggilan kriminal yang menipu pengguna dengan menjanjikan investasi kripto yang menguntungkan.
Berdasarkan laporan lokal, polisi mengkonfirmasi bahwa penipu menargetkan warga Ukraina, Moldova, Kazakhstan, dan Uni Eropa menggunakan pusat panggilan yang menipu.
Melansir dari cryptonews pada Kamis (6/6/2024), polisi telah menahan 14 orang tersangka, termasuk terduga penyelenggara. Mereka juga menyita 12 mobil mewah, 136 unit peralatan komputer, 951 kartu SIM, 455 kartu perdana, dan sejumlah besar uang tunai senilai US$ 64.500.
Berdasarkan laporan polisi, dua warga negara Georgia diduga terlibat dalam pengorganisasian jaringan kripto. Para tersangka ini memiliki riwayat keterlibatan dalam lingkaran kriminal.
Selain itu, kedua tersangka ini dilaporkan menarik 12 orang lain yang tidak menaruh curiga untuk terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.
Para pejabat menekankan bahwa mereka “secara aktif” menyelidiki masalah ini dan menelusuri jumlah total penipuan serta jumlah korban yang terlibat.
Polisi Ukraina juga membagikan rekaman video penggerebekan yang dilakukan sehubungan dengan penipuan pusat panggilan kripto.
“Salah satu penyelenggara jaringan call center penipu ternyata adalah orang kepercayaan ‘pencuri mertua’ yang dijuluki ‘Hmp’,” demikian bunyi deskripsi video tersebut.
Para pelaku dengan terampil menyamar sebagai pakar bursa saham, membujuk individu untuk menginvestasikan tabungan pribadi mereka dalam kripto.
Selain itu, polisi menjelaskan bahwa para penipu menggunakan “taktik psikologis” untuk meyakinkan korban tentang keuntungan berlipat ganda dari investasi tersebut. Hal ini menyebabkan para korban mentransfer dana mereka ke dompet elektronik dan kartu bank penjahat, tambah pejabat Ukraina.
Menariknya, masing-masing pelaku mengambil peran khusus untuk membuat sketsa skema penipuan, merekrut staf, memberikan cetak biru untuk “bisnis” dan membagi keuntungan di antara mereka sendiri.
Para tersangka menjalani hukuman penjara, sebelum menghadap Kantor Kejaksaan Wilayah Kyiv untuk proses lebih lanjut, kata pihak berwenang.
Sementara itu, Bank Nasional Ukraina (NBU) mengatakan pada bulan Januari bahwa kripto bukanlah uang dan telah menegaskan kembali niatnya untuk mengatur sektor ini.

