Diakuisisi Hanwha Life, Ini Prospek Saham dan Bisnis Bank Nationalnobu (NOBU)
JAKARTA, investortrust.id - Hanwha Life resmi melakukan akuisisi terhadap 40% saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). Langkah ini merupakan salah satu upaya dari perusahan asuransi tersebut untuk memperluas portfolio keuangannya di pasar Asia Tenggara.
Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menjelaskan bahwa prospek bank NOBU tahun 2024 masih akan cenderung positif, terlebih setelah masuk ke dalam ekosistem Hanwha Life, salah satu perusahaan asuransi Korea. “Kami harap dengan aksi ini NOBU bisa lebih gencar dalam memaksimalkan sisi penyaluran kreditnya,” ujar Mifrahul kepada investortrust.id, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga
Industri Keuangan Cerah
Lebih lanjut Miftahul menilai, bahwa hal terseut juga didorong oleh prospek industri sektor keuangan yang masih cerah. Industri masih dapat memaksimalkan pertumbuhan sampai akhir tahun ini, di mana pada periode 3 bulan sebelumnya, tingkat penyaluran kredit baru masih mengalami kenaikan, yang ditunjukkan dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan I 2024 sebesar 60,8%. Selain itu, Miftahul menilai outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2024 masih terus tumbuh.
Tidak hanya itu, terdapat faktor pendorong yang membuat prospek bank NOBU masih dalam tren positif, yaitu adanya kondisi moneter dan ekonomi serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit. “Meski begitu, kami kira patut diperhatikan yakni ketegangan geopolitik serta kondisi ekonomi global masih belum menentu, yang bisa membawa sentimen negatif pada sektor ini,” tambahnya.
Baca Juga
Secara teknikal, Miftahul mencermati bahwa saham NOBU masih bergerak dalam fase side ways-nya. Sehingga, ia merekomendasikan kepada investor untuk wait and see terlebih dahulu selama periode sideway. Sebagai informasi, menurut data RTI Business pada pukul 14.52 WIB, saham NOBU melonjak 5 poin (0,68%) ke level Rp 745. Jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 1,69 juta lembar saham, dengan frekuensi sebanyak 178 kali dan nilai transaksi Rp 1,28 miliar.

