Cerestar (TRGU) Optimistis Pendapatan 2023 Tembus Rp 4,4 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) optimistis mampu mengumpulkan pendapatan Rp 4,4 triliun sampai tutup tahun 2023. Jumlah ini lebih besar 21,78% year on year (yoy) dari perolehan 2022 senilai Rp 3,61 triliun.
“Kami berharap pendapatan sampai akhir tahun (2023) bisa mencapai Rp 4,4 triliun,” ujar Chief Financial Officer sekaligus Corporate Secretary Cerestar Indonesia, Mulyadi Chandra dalam paparan publik, baru-baru ini.
Namun manajemen belum bisa memastikan kinerja bottom line perusahaan sepanjang 2023 karena masih tersisa dua pekan terakhir sebelum tutup tahun. Mulyadi masih berharap, pihaknya mampu membukukan keuntungan, mengingat dalam sembilan bulan pertama tahun ini, laba bersih perseroan telah tergerus cukup dalam.
Hingga kuartal III-2023, laba kotor Cerestar turun 32,1% (yoy) menjadi Rp 194 miliar dan laba bersih terkoreksi 93,5% (yoy) menjadi Rp 4,7 miliar. Manajemen pun masih memperhatikan perkembangan pasar dalam dua pekan terakhir tahun ini, untuk melihat apakah perusahaan bisa mencatatkan laba.
Baca Juga
Net Buy Capai Rp 2,31 Triliun, Asing Borong Saham BBRI, BBCA, dan BMRI
“Namun walaupun keadaan market tidak demikian, at least kalau kami harus mengalami kerugian, kerugian itu tidak besar, masih manageable oleh kami dan masih oke lah ya,” jelas Mulyadi, memberi gambaran proyeksi profitabilitas perusahaan tahun ini.
Meski laba kotor dan laba bersih Cerestar mengalami penurunan pada periode Januari-September 2023, pendapatan perusahaan sebenarnya naik 54,1% (yoy) menjadi Rp 3,92 triliun di periode yang sama.
Manajemen pun menjelaskan, kinerja bottom line dan top line yang tidak berjalan beriringan itu disebabkan penurunan harga jual produk yang tidak berbarengan dengan penurunan harga bahan baku. Mulyadi menegaskan, harga tepung terigu di pasar Indonesia lebih cepat turun dibandingkan tren penurunan harga bahan baku, yakni gandum.
Sekadar mengingatkan, harga gandum sempat meroket akibat perang Rusia-Ukraina tetapi dibarengi peningkatan konsumsi yang cukup signifikan pasca-pandemi. Hal ini membuat produsen tepung terigu tersebut membeli bahan baku yang terhitung mahal untuk memenuhi permintaan pasar.
Baca Juga
WIR Asia (WIRG) Revisi Turun Target Pendapatan 2023, Apa Alasannya?
Mengutip laporan keuangan Cerestar kuartal III-2023, perseroan mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar Rp 3,73 triliun atau naik 64,99% (yoy). Kenaikan ini lebih besar dibandingkan kenaikan pendapatan Januari-September 2023 sekitar 54% (yoy).
“Namun harga jual turunnya jauh lebih cepat. Sehingga selling price jauh lebih cepat turun dari harga bahan baku. Ini memperlihatkan terjadi penurunan laba kotor dan laba bersih,” jelas Mulyadi.
Meski begitu, perseroan mengaku bersyukur masih dapat membukukan untung sampai September 2023. Menurut Mulyadi, banyak perusahaan produsen terigu lainnya cukup menderita menghadapi perbedaan harga tersebut, hingga mengalami rugi. (CR-10)

