JP Morgan Sarankan Investor Beli Saham Berkapitalisasi Besar Tahun 2024, Ini Asumsinya
JAKARTA, investortrust.id – JP Morgan menganjurkan investor untuk mengalokasikan dana pada saham large caps atau emiten dengan kapitalisasi besar. Alasanya, saham dari perusahaan small caps menunjukkan penurunan nilai yang signifikan. Kempok Perusahaan ini pun bergantung pada pertumbuhan domestik Amerika Selatan, yang mungkin akan melambat pada tahun 2024.
“Tekanan margin bisa menjadi sangat akut bahkan ketika biaya input dan upah melambat, karena 38% utang perusahaan berkapitalisasi kecil memiliki suku bunga mengambang, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat mengakibatkan tekanan yang lebih cepat,” papar Direktur Kepala Strategi Global JP Morgan Asset Management, Dr. David Kelly, CFA melalui keterangan tertulis, Selasa (26/12/2023).
Apabila memilih saham big caps, kata David Kelly, investor tidak perlu mengkhawatirkan tentang prospek dan nilainya. Cukup fokus pada pemilihan saham dengan kriteria perusahaan dengan keuntungan besar, neraca keuangan yang solid, dan penilaian yang menguntungkan.
Baca Juga
JP Morgan Ramal 2024 akan Jadi Tahun Membosankan bagi Ekonomi AS, Apa Alasannya?
Tahun 2023 telah menjadi tahun yang sangat kuat bagi pasar modal. Terbukti, investasi melalui saham-saham S&P 500 yang menghasilkan keuntungan hingga dua digit.
Namun, JP Morgan menganjurkan agar investor harus menurunkan ekspektasi untuk tahun 2024, karena pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan melambat. Estimasi pertumbuhan laba dinilai terlampau terlalu tinggi dan volatilitas yang sangat rendah.
JP Morgan memproyeksikan pendapatan negara AS berpeluang tumbuh sebesar 5-6%, Namu nada analis yang memprediksi akan tumbuh 2 kali lipat, yaitu hingga 11% untuk tahun 2024.
“Jika AS ekonomi masuk ke dalam resesi, pertumbuhan laba kemungkinan besar akan terjadi kontrak, membebani saham. Selain itu, volatilitas ekuitas yang sangat rendah pada tahun 2023 juga dapat menyebabkan hal ini sulit untuk dipertahankan pada tahun 2024,” tandasnya.
Baca Juga
Suku Bunga Diramal Turun, JP Morgan Jagokan Obligasi Jangka Menengah 2024

