Melesat 5,5% Selama Dua Hari, Saham BRI (BBRI) Kembali Diburu Investor Asing
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali menorehkan lompatan harga. Pemodal asing juga mulai berbalik memborong saham BBRI. Sedangkan dari sisi target harga saham BBRI diperkirakan menuju level Rp 6.300.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/11/2023), saham BBRI menguat Rp 100 (2%) menjadi Rp 5.100. BBRI memimpin penguatan tertinggi untuk saham bank kapitalisasi pasar besar.
Baca Juga
Top! Saham BBRI Rebound, Target Harganya Ternyata masih Tinggi
Dengan penguatan hari ini, saham BBRI telah berhasil melesat sebanyak 5,5% dalam dua hari terakhir dari level Rp 4.830 menjadi Rp 5.100. Volume transaksi saham bank pelat merah ini juga naik pesat dalam selama dua hari terakhir.
Tak hanya itu, investor asing mulai mengakumulasi (net buy) saham BRI (BBRI) dengan total Rp 124,84 miliar sepanjang hari ini atau tercatat sebagai saham dengan nilai pembelian bersih terbanyak kedua hari ini. Masuknya investor asing ikut menopang penguatan harga saham ini dalam dua hari terakhir.
Terkait target harga saham, NH Korindo Sekuritas Indonesia dalam riset terakhirnya menyebutkan, BBRI berhasil menujukkan pemulihan performa kuat pada kuartal III-2023. Perseroan juga menunjukkan ketangguhan dalam penyaluran kredit mikro dan rasio dana murah (CASA) tetap stabil.
Hal ini mendorong NH Korindo Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI Rp 6.300. Target harga tersebut lebih tinggi dibandingkan consensus analis Rp 6.287. Sedangkan sesi I, saham BBRI ditutup melemah ke level Rp 4.860.
Baca Juga
CoF di Bawah Rata-rata 10 Tahun Terakhir, Potensi Cuan Saham BRI (BBRI) masih Jumbo
Analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi mengatakan, BRI mencatat pemulihan kuat pada kuartal III-2023 dan kondisi ini diharapkan berlanjut sampai akhir tahun. Hal ini menjadikan saham BBRI menarik untuk diakumulasi.
Tak hanya itu, dia mengatakan, keputusan manajemen untuk memfokuskan pertumbuhan penyaluran kredit produk Kupedes dan konsumer menjadi sentimen positif. Hal ini diharapkan dapat menekan biaya dana yang cenderung naik.
NH Korindo memperkirakan kenaikan laba bersih perseoran menjadi Rp 56,66 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 51,17 triliun. Pendapatan bunga juga diperkirakan naik dari Rp 151,87 triliun menjadi Rp 171,76 triliun.

