Pasar Syariah Tumbuh Pesat, Saham BSI (BRIS) Menarik
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan menjadi bank syariah yang paling diuntungkan di tengah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perbankan syariah. Pertumbuhan perseroan juga didukung tren peningkatan pangsa pasar pembiayaan syariah dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini mendorong Maybank Kim Eng Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham BRIS dengan target harga Rp 2.475. Dengan target harga tersebut, terbuka potensi penguatan 28,23%, dibandingkan harga penutupan kemarin level Rp 1.935.
“Kami menginisiasi riset saham BRIS dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 2.475. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan PBV tahun 2024 sekitar 1,6 kali dan perkiraan ROE mencapai 16,8%,” tulis analis Maybank Sekuritas Indonesia Faiq Asad dan Jefrosenberg Chenlim dalam riset yang diterbitkan kemarin.
Baca Juga
Bank Syariah Indonesia (BRIS) Luncurkan RDN Online Syariah, Apa Keunggulannya?
Rekomendasi beli tersebut mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu BRIS merupakan bank syariah terbesar di Indonesia. Dengan posisi tersebut, BRIS akan menjadi bank syariah yang paling diuntungkan atas tren peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perbankan syariah, apalagi Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia.
Berdasarkan data pangsa apsar keuangan syariah Indonesia masih tergolong rendah mencapai 10,89% dari total pasar keuangan. Sedangkan keuangan konvensional mendominasi dengan porsi 89,11%. Hal ini membuat peluang pertumbuhan pesat bagi keuangan syariah.
Peningkatan kedasaran masyarakat terhadap keuangan syariah ditunjukkan peningkatan penyaluran pembiayaan syariah dengan rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 8,9% dalam lima tahun, dibandingkan dengan bank konvesional sekitar 6,5%. Hal ini menjadikan pangsa pasar syariah meningkat menjadi 8% hingga September 2023, dibandingkan akhir 2019 baru mencapai 7%.
Baca Juga
BRIS Terbitkan Sukuk Mudharabah Subordinasi Rp 200 Miliar Tanpa Penawaran Umum
Tak hanya itu, Maybank Sekuritas menyebutkan, dengan posisi BRIS sebagai bank syariah terbesar dan terbesar kelima dalam industry perbankan di Indonesia, perseroan jauh lebih mudah untuk memacu pembiayaan. Hingga September 2023, pertumbuhan pembiayaan perseoran mencapai 15,9% atau lebih tinggi dari industry bank syariah sebanyak 14,9%.
Maybank Sekuritas menyebutkan segmen konsumer diharapkan menjadi sumber baru pendongkrak pemyaluran pembiayaan perseroan. Apalagi pembiyaan konsumer syariah menunjukkan tren peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Perseroan juga memiliki potensi pertumbuhan dari peningkatan penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah syariah. Beberapa Langkah tersebut diharapkan menopang margin keuntungan bersih (NIM) perseroan meningkat menjadi 6,1% dan biaya kredit hanya 1,1%.
Maybank Sekuritas juga memperkirakan ROE BRIS tren naik ke depan. ROE diprediksi naik dari realisasi tahun 2022 sekitar 14,6% menjadi 17,3% pada 2025.
Baca Juga
“Pergerakan harga saham perseroan juga akan didukung rencana divestasi sebagian saham yang diharapkan dapat meningkatkan free float saham perseroan dan diharapkan berdampak terhadap peningkatan likuiditas saham perseroan,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Maybank Kim Eng Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 2.475.
Target harga tersebut mempertimbangkan ekspektasi lompatan laba inti perseroan menjadi Rp 5,54 triliun tahun 2023 dan diharapkan kembali meningkat menjadi Rp 6,69 triliun pada 2024. Sedangkan pendapatan operasional diharapkan melesat dari estimasi 2023 Rp 21,80 triliun menjadi Rp 24,34 triliun pada 2024.
Estimasi Kinerja Keuangan BRIS
Sumber: Maybank Sekuritas Indonesia

