Usai Diborong Patrick Walujo, Saham GOTO Terbang
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Patrick Walujo mendadak memborong sebanyak 62.920.000 saham Seri A GOTO dari pasar reguler. Aksi serupa juga dilakukan Chief Corporate Officer GOTO Pablo Malay.
Patrick melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/8/2023), dirinya membeli sebanyak 62,92 miliar saham GOTO dengan rata-rata harga pembelian Rp 90,22 per saham. Total transaksinya mencapai Rp 6,3 miliar.
Baca Juga
Patrick Walujo Tiba-tiba Akumulasi Saham GOTO dari Pasar, Nilainya Jumbo
Sedangkan kemarin, saham GOTO ditutup naik 1,19% menjadi Rp 85 pada perdagangan hari ini, sehingga nilai pembelian tersebut lebih tinggi, dibandingkan harga penutupan pasar Senin (28/8/2023).
Patrick melanjutkan bahwa pembelian tersebut menjadikan dirinya sebagai pemegang langsung sebanyak 0,01% saham GOTO. Patrick membeli saham GOTO dari pasar secara bertahap pada 21 - 23 Agustus 2023.
Langkah serupa juga ternyata dilakukan Direktur/Chief Corporate Officer GOTO Pablo Malay. Pablo membeli sebanyak 15.250.000 saham GOTO dengan harga pelaksanaan Rp 85 per saham, sehingga total dana yang dikucurkan senilai Rp 1,29 miliar. Aksi ini menjadikan kepemilikan saham Pablo bertambah dari 5.789.132 saham menjadi 21.039.132 saham
Baca Juga
Saham GOTO Diborong Direksi, Manajemen Percaya Prospek Perseroan ke Depan
Aksi pembelian saham GOTO oleh Pablo Malay tersebut juga dilakukan untuk tujuan investasi, sama seperti yang dilakukan oleh Dirut GOTO.
Hingga Semester I-2023, GOTO mencatatkan lonjakan pendapatan bersih 102,35% menjadi Rp 6,88 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 3,40 triliun. GOTO juga berhasil menekan rugi menjadi Rp 7,16 triliun atau terpangkas sebanyak 48% dari realisasi semester I-2022.
Baca Juga
Mayoritas Sektor Saham Naik, IHSG Lanjut Rebound di Awal Transaksi
Perseroan juga mencatatkan margin kontribusi senilai Rp1,6 triliun pada semester I-2023, dibandingkan setahun sebelumnya yang masih minus Rp 4,6 triliun. Margin kontribusi juga meningkat signifikan, dibandingkan kuartal I-2023 yang tercatat Rp 636 miliar. Artinya, ada tambahan sekitar Rp1 triliun hanya dalam satu kuartal.

