Anak Usaha PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Terima Pembiayaan Bank Mandiri Rp300 Miliar
JAKARTA, Investortrust.id – PT Gemilang Hartadinata Abadi (GHA), anak usaha bisnis gadai dari PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), telah menandatangani perjanjian kredit fasilitas pinjaman sebesar Rp300 miliar dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Disampaikan DirekturUtama HRTA,SandraSunanto, penandatanganan perjanjian kredit telah dilaksanakandi Bandung pada Selasa, 5 Desember 2023.
Baca Juga
“Dana dari fasilitas pinjaman ini akan digunakan oleh Perseroan sebagai tambahan modal kerja untuk meningkatkan penyaluran kredit dan juga ekspansi gerai gadai,” kata Sandra dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (7/12/2023). Dikatakan Sandra, fasilitas kredit tersebut bertenor 1 tahun bersifat revolving dengan tingkat bunga JIBOR 1 bulan + 2,5% per-tahun. “Tingkat suku bungatersebutlebihrendahdibandingkanrata-ratabebanbungadarifasilitaskreditperbankan dan obligasi yang dimiliki Perseroan saat ini,” imbuhnya.
Sandrajuga menjelaskanbahwapemberianfasilitaskreditmerupakan bukti kepercayaan dari institusi keuangan besar di Indonesia terhadap prospek pertumbuhan Perusahaan. Selain itu, penambahan modal kerja ini akan turut meningkatkan pendapatan GHA kedepan yang bekontribusi positif terhadap peningkatan laba bersih konsolidasi HRTA. Hal ini tentunya menjadi pencapaian milestone yang penting bagi GHA dalam meningkatkan corporate image dan kinerja bisnis GHA di tahun 2024.
Baca Juga
Perluas Pasar, Ekspor Emas Hartadinata (HRTA) Bisa Segini Sampai Akhir 2023
Saatini GHAtelahmemiliki 93unitgeraigadai dienam(6)provinsiyaituDKIJakarta, JawaBarat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan. Perseroan menargetkan pertumbuhan jumlah total unit gerai gadai dari 95 unit di akhir tahun 2023 menjadi 150 unit di akhir tahun 2025.
Dengan pencapaian strategis yang telah dilakukan Perseroan, GHA menargetkan menjadi salah satu pemain industri gadai emas terbesar di Indonesia dibawah naungan HRTA sebagai Perusahaan perhiasan emas dan emas murni paling terintegrasi dari industri antara (midstream) hingga industri hilir (downstream) di Indonesia.

