Ulima Nitra (UNIQ) Raih Kontrak Pengelolaan Tambang Nikel Rp 439 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten penyedia jasa pertambangan dan rental alat berat PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) meraih kontrak baru sebesar Rp 439 miliar.
Direktur Utama PT Ulima Nitra Tbk Burhan Tjokro mengatakan, kontrak baru diperoleh UNIQ dari PT Bosowa Mining untuk mengelola tambang Nikel Ore, yang berada di lokasi Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Baca Juga
Emiten Pelayaran (NELY) Tabur Dividen Interim Rp 35,25 Miliar, Ini Tanggal Pentingnya
“Kontrak baru dari PT Bosowa Mining ditandatangani bersama Perseroan pada tanggal 20 November 2023,” papar Burhan dikutip dari keterangan resmi, Rabu (22/11/2023).
Sebagai catatan, nikel ore merupakan bahan baku dalam pembuatan logam nikel, yang meliputi keseluruhan biji nikel oksida, konsentrat, matte atau bahan baku serupa, campuran nikel, baik tidak diolah dan/atau dimurnikan, dan setiap simpanan yang diproses, atau yang mungkin diproduksi dari Tambang.
Baca Juga
Hari Ini, Mandiri Sekuritas Jagokan Saham BBCA, BUAH, dan UNIQ
“Diharapkan dengan adanya tambahan kontrak tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap revenue di pertengahan kuartal II-2024,” imbuhnya.
Adapun dampak terhadap proyeksi revenue tersebut kata dia, akan terefleksi di tahun 2024 dan ditargetkan mulai berproduksi di bulan Mei 2024.
“Sementara itu, perseroan terus melakukan upaya perbaikan terhadap kinerja operasional dengan efisien di berbagai departement terkait,” pungkasnya.
Terkait kinerja, UNIQ berhasil mencatatkan lompatan laba tahun berjalan sebanyak 117,32% dari Rp 14,26 miliar menjadi Rp 30,99 miliar hingga kuartal III-2023.
Manajemen Ulima Nitra dalam publikasi laporan keuangan, Jumat (27/10/2023) menyebutkan, kenaikan laba tersebut ditopang atas pertumbuhan pesat pendapatan perseroan dari Rp 293,40 miliar hingga September 2022 menjadi Rp 410,72 miliar hingga September 2023.
Sedangkan laba usaha melesat dari Rp 9,18 miliar menjadi Rp 43,43 miliar. Hal ini didukung keberhasilan perseroan mengendalikan beban usaha dengan pertumbuhan relatif lebih rendah, dibandingkan dengan pertumbuhan laba kotor.
Namun demikian, perseroan mencatatkan beban lain-lain senilai Rp 6,01 miliar sampai kuartal III-2023, dibandingkan dengan penghasilan lain-lain hingga kuartal III-2022 senilai Rp 2,05 miliar.

