Kinerja Belum Pulih, Direksi Tridomain Materials (TDPM) Minta Maaf
JAKARTA, investortrust.id - Penjualan produk PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM) mencatatkan pertumbuhan negatif 20% dari US$ 79,56 juta pada 2021 menjadi US$ 63,48 juta di tahun lalu. Pergantian direksi dan komisaris masih belum mampu mendongkrak kinerja penjualan perusahaan.
“Di masa transisi pengelolaan bisnis perseroan selama setahun penuh, direksi mengakui belum dapat memberikan hasil kinerja yang terbaik sesuai harapan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Direktur TDPM, Anton Hartono, di Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Seperti diketahui, pada 2021 lalu TDPM menyandang status penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) akibat kesulitan membayar utang setelah mengalami gagal bayar dalam surat utang jangka menengah (MTN) yang diterbitkannya.
Anton mengungkapkan, pasca diterimanya permohonan PKPU, TDPM melakukan berbagai pembenahan, termasuk penyegaran pada jajaran direksi dan dewan komisaris dengan harapan dapat memperbaiki kinerja perusahaan.
Di sisi lain, profitabilitas TDPM juga masih tertekan dengan posisi rugi bersih yang sedikit membaik, yakni US$ 52,61 juta pada 2022 atau turun 33% dibanding 2021 yang tercatat US$ 78,61 juta.
“Kami percaya segala upaya yang sudah dilakukan sejauh ini secara konsisten sangat berarti untuk menghantarkan perseroan melangkah maju ke fase berikutnya yang jauh lebih baik,” terang Anton.
Sementara di tahun ini, penjualan produk dari TDPM tercatat US$ 57,27 juta yang disumbang dari produk plasticizer sebesar US$ 51,48 juta atau menurun 1% (yoy) dan acrylamides sebesar US$ 5,79 juta atau tumbuh 20% (yoy). Kedua produk tersebut dipasarkan oleh anak usaha TDPM.
“Plasticizer itu dikelola oleh PT Petronika, dan yang acrylamides dikelola oleh Tridomain Chemical,” tukas Anton. (CR-13)

