Secara Teknikal Saham GOTO Lanjutkan Koreksi, Pemodal Waspada
JAKARTA, Inverstortrust.id – Pemodal diminta untuk menghindari transaksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), meskipun saham tersebut telah turun dalam hingga mencai rekor terendah baru pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis (12/10/2023), menyebutkan penurunan harga kemarin membuat saham GOTO memasuki trend bearish, yaitu pola bearish pennant. GOTO diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 72-90 sepanjang hari ini.
Baca Juga
Ditutup ke Level Terendah Baru Sepanjang Masa, Akankah Saham GOTO Menuju “Gocap”?
“Saham GOTO berpotensi kembali melemah melanjutkan trend bearish dengan target penurunan sementara Rp 72,” tulis riset harian tersebut.
Saham GOTO anjlok ke level terendah baru sepanjang masa Rp 79 usai menuntaskan penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terleebih dahulu (HMETD). Apakah penurunan saham ini bakal berlanjut ke level Rp 50?
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/10/2023), saham GOTO terhempas Rp 3 (3,66%) menjadi Rp 79. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 79-82.
Baca Juga
Dengan penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) GOTO kini tinggal Rp 93,56 triliun. Bahkan, saham GOTO telah menjadi satu dari beberapa saham pemberat utama indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini.
GOTO menggelar listing perdana di BEI pada 11 April 2022 dengan harga pelaksanaan Rp 338 per saham. Saat liting perdana, kapitalisasi pasar saham GOTO menyentuh lebih dari Rp 400 triliun. Saham GOTO di pekan pertama transaksi saham di BEI sempat menyentuh level tertinggi intraday Rp 442 hingga membuatnya menjadi emiten dengan market cap terbesar kedua saat itu.

