IHSG Sesi I Ditutup Melambung 1,09% ke 5.446, Sektor Energi hingga Konsumer Primer Naik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (23/10/2026), ditutup melambung sebanyak 58,83 poin (1,09%) menjadi 5.446,74. Rentang pergerakan 5.366-5.452 dengan nilai transaksi Rp 7,24 triliun.
Lompatan tersebut sejalan dengan kenaikan pesat mayoritas sektor saham, seperti energi naik 3,13%, industry menguat 2,66%, konsumer primer naik 2,10%, material dasar 1,46%, konsumer non primer 1,15%, property mencapai 1,31%, infrastruktur 1,68%, keuangan 0,44%, transportasi 0,82%, dan teknologi 0,32%. Sebaliknya saham kesehatan ditutup melemah 0,78%.
Berlanjutnya penguatan indeks juga sejalan dengan kenaikan sejumlah saham berikut, seperti TOBA, ENRGI, PTBA, EMAS, AADI, AMMN, TKIM, hingga PTBA. Lompatan juga didukung seluruh saham yang teraffiliasi dengan Haji Isam, seperti JARR, TEBE, PACK, PGUN, ASLI, hingga FAST.
Baca Juga
Remitra Global (MKNT) Berbalik Laba Rp 15,16 Miliar hingga September 2026, Sahamnya Melesat
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham FAST naik 25% menjadi Rp 380, PTSP naik 25% menjadi Rp 2.250, KONI naik 24,91% menjadi Rp 1.680, FITT menguat 24,43% menjadi Rp 326, TOBA naik 21,39% menjadi Rp 505, dan IRSX menguat 21,10% menjadi Rp 264.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 59,55 poin (1,12%) menjadi 5.387 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,49 triliun. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu BBCA senilai Rp 624,61 miliar, TLKM senilai Rp 332,23 miliar, dan BBRI mencapai Rp 257,92 miliar.
Penguatan IHSG ini ditopang atas kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti energi naik 1,88%, material dasar naik 0,94%, industry naik 0,36%, konsumer non primer naik 0,88%, konsumer primer menguat 0,60%, kesehatan naik 1,09%, keuangan menguat 1,25%, property naik 0,52%, infrastruktur naik 1,28%, dan transportasi naik 1,64%. Sebaliknya sektor teknologi turun 0,66%.
Baca Juga
Darma Henwa (DEWA) Punya Dua Katalis Besar, Potensi Cuan Sahamnya 105%
Kenaikan IHSG kali ini juga ditopang lompatan sejumlah saham big cap, seperti BREN naik 7,41% menjadi Rp 2.320, BBRI naik 3,20% menjadi Rp 2.900, BMRI naik 4,05% menjadi Rp 3.850, BBNI naik 4,92% menjadi Rp 3.410, AMMN naik 5,61% menjadi Rp 3.950. Sebaliknya saham BBCA alami penurunan.
Adapun saham dengan kenaikan harga tertinggi, yaitu ASMI naik 35% menjadi Rp 27, ENAK naik 34,81% menjadi Rp 182, AYLS menguat 25% menjadi Rp 200, BUKK naik 25% menjadi Rp 1.225, PTSP naik 25% menjadi Rp 1.800, PNSE menguat 25% menjadi Rp 700, ARTA menguat 24,65% menjadi Rp 2.680, TOBA melambung 24,55% menjadi Rp 416, PTSN naik 24,46% menjadi Rp 346, dan OASA menguat 23,75% menjadi Rp 198.
