Remitra Global (MKNT) Berbalik Laba Rp 15,16 Miliar hingga September 2026, Sahamnya Melesat
JAKARTA, investortrust.id – PT Remitra Global International Tbk (MKNT), yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 15,16 miliar hingga 30 September 2026. Pencapaian tersebut berbalik dari rugi Rp 1,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan harga saham MKNT berhasil catatkan lomptan harga hingga auto reject atas (ARA) sejak unsuspensi mulai 20 Oktober. Saham MNKT telah melesat dari level Rp1 menjadi Rp 6 pada perdagangan hari ini. Sebelumnya saham MKNT telah terkena suspense sejak 12 Juli 2024.
Baca Juga
Pengendali Baru Masuk, Remitra Global (MKNT) Suntik Modal Rp 1,02 Triliun
Berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026, MKNT mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp312,70 miliar.
Perseroan juga membukukan laba bruto sebesar Rp 65,02 miliar, berbalik dari rugi bruto Rp3,83 miliar pada periode yang berakhir 31 Desember 2025. Dari sisi beban operasional, Remitra Global International mencatatkan beban umum dan administrasi sebesar Rp41,15 miliar serta beban penjualan dan pemasaran Rp4,42 miliar. Selain itu, terdapat beban keuangan sebesar Rp4,46 miliar.
Perseroan yang sebelumnya telah memiliki pengendali baru ini telah meraih persetujuan pemodal untuk melakukan suntikan modal senilai Rp 1,024 triliun melalui penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Baca Juga
Mitra Telekomunikasi (MKNT) Private Placement, Intip Calon Investor Baru Ini
Private placement bernilai Rp 1,024 triliun ini bertujuan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang sekaligus memperbaiki kondisi keuangan. Sebagian dari dana private placement dialokasikan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru.
Perseroan akan mengonversi kewajiban senilai Rp 668 miliar kepada PT Headwell Bintang Energi Hijau dan mencapai Rp 154,925 miliar kepada PT Mantra Capital Persadan. Selain konversi kewajiban, MKNT memperoleh tambahan injeksi dana tunai sebesar Rp 200 miliar dari lima investor independen, serta Rp 1,56 miliar dari PT Mantra Capital Persadan.
