Ekspansi Tambang, Abadi Nusantara (PACK) Siapkan Dua Aksi Koporasi Jumbo Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berencana mengakuisisi 100% saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) senilai US$79 juta atau sekitar Rp1,39 triliun. Perseroan juga merencanakan pembelian 100% saham Denway Development Limited (DDL) senilai US$324 juta atau setara Rp5,73 triliun untuk mengembangkan bisnis di sektor pertambangan mineral. Nilai transaksi kedua perusahaan setara dengan Rp 7,12 triliun.
Rencana akuisisi Bumanik akan dilakukan melalui entitas anak PACK, yakni PT Gemilang Padma Raya dan PT Daya Unggul Raya. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, nilai transaksi tersebut setara dengan 26,40% dari nilai ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026 sehingga dikategorikan sebagai transaksi material sesuai dengan POJK No. 17/2020.
Baca Juga
Prabowo Siapkan Pembiayaan Rp 400 Triliun, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran
Bumanik merupakan perusahaan pertambangan bijih nikel yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dengan luas wilayah konsesi mencapai 4.778 hektare. Melalui akuisisi tersebut, PACK berencana memperluas kegiatan usaha di Morowali sekaligus meningkatkan kinerja perseroan sebagai perusahaan induk yang berfokus pada pengembangan industri pertambangan bijih nikel. Setelah transaksi terlaksana, Bumanik akan menjadi perusahaan terkendali PACK secara tidak langsung.
Selain Bumanik, perusahaan yang dikendalikan Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal dengan Haji Isam (PACK) berencana membeli 10.000 saham DDL yang mewakili 100% kepemilikan perusahaan tersebut dari Hanking (Indonesia) Mining Limited. Rencana transaksi ini dituangkan dalam perjanjian pada 22 Oktober 2026.
Nilai transaksi DDL mencapai US$324 juta atau setara Rp5,73 triliun, dengan menggunakan kurs Rp17.703 per dolar AS per 31 Agustus 2026. Nilai tersebut setara dengan 108,26% dari ekuitas konsolidasi PACK sehingga termasuk transaksi material yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
Baca Juga
Haji Isam Tuntaskan Akuisisi 30,25% Saham Bayan (BYAN) Rp 26,1 Triliun dari Low Tuck Kwong
Righs Issue Rp 7,39 Triliun
Guna mendukung rencana pengembangan bisnisnya, PACK juga merencanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II. Perseroan berencana menggunakan dana hasil PMHMETD II atau rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, untuk melunasi pinjaman, membeli saham DDL, serta memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan dan/atau entitas anak.
Rincian penggunaan dana akan disampaikan dalam dokumen pernyataan pendaftaran dan prospektus PMHMETD II sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam aksi korporasi tersebut, PT Eco Energi Perkasa akan melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang diterimanya sekaligus menjadi pembeli siaga.
Perusahaan tersebut akan menjamin pembelian saham yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham PACK, dengan nilai maksimum hingga US$418 juta atau setara Rp7,39 triliun. Nilai tersebut dihitung menggunakan kurs Rp 17.703 per dolar AS per 31 Agustus 2026.
Melalui rencana akuisisi Bumanik dan DDL serta PMHMETD II, PACK berupaya memperkuat pengembangan bisnis pertambangan mineral dan meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham.
