IHSG Diprediksi Menguju Level 5.300, Tiga Saham Dipimpin ANTM Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/10/2026), diproyeksikan lanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan 5.185-5.318. Tiga saham ANTM, ACES, dan BBNI direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan pergerakan indeks akan tertuju pada keputusan RDG Bank Indonesia dengan konsensus BI Rate tetap di 5,75%. Namun, terdapat proyeksi kenaikan suku bunga ke 6% bahkan 6,25% untuk menjaga stabilitas rupiah yang berada di sekitar Rp18.000 per dolar AS.
“Di tengah tekanan arus modal asing dan ketidakpastian MSCI, keputusan BI akan menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah dan IHSG. Inflasi September sebesar 3,28% YoY masih berada dalam sasaran BI 1,5–3,5%,” tulisnya.
Baca Juga
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, IHSG memantul dari support Fibonacci sekitar 4.942, dengan target technical rebound terdekat level 5.318–5.400. Namun, MACD masih berada di zona negatif dengan momentum bearish, sehingga penguatan perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Penembusan resistance diperlukan untuk memperkuat peluang pemulihan.
Laju indeks juga akan dipengaruhi pasar global, seperti lompatan Dow Jones 1,02% dan S&P500 sebanyak 0,28%. Sebaliknya Nasdaq turun tipis 0,023%. Harga minyak dunia juga menunjukkan penurunan.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga Rp 2.860-2.990, ACES dengan target harga Rp 340-355, dan BBNI dengan target harga Rp 3.310-3.440.
Kemarin, IHSG ditutup naik signifikan sebanyak 282,28 poin (5,65%) menjadi 5.278,28, namun pemodal asing masih agresif net sell senilai Rp 2,20 triliun. Net sell terbanyak melanda tiga saham bank papan atas berikut, yaitu BBCA senilai Rp 966,11 miliar, BBRI mencapai Rp 355,39 miliar, dan BMRI mencapai Rp 269,82 miliar.
Baca Juga
Bahlil Akui Secara Teori BBM Harusnya Naik, tapi Prabowo Beri Satu Syarat
Secara sectoral terjadi kenaikan pesat, saham sektor transportasi menguat 8,55%,sektor material dasar naik 6,62%, sektor property menguat 5,19%, sektor keuangan melesat 5,07%, sektor infrastruktur naik 5,60%, sektor energi naik 4,39%, sektor industry naik 4,56%, sektor konsumer non primer naik 4,20%, sektor teknologi naik 3,93%, sektor konsumer primer naik 2,66%, dan sektor kesehatan naik 2,25%.
Adapun saham dengan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham ATLA naik 33,33% jadi Rp 24, TRUK naik 25% menjadi Rp 5.025, SHID naik 25% menjadi Rp 750, SOTS naik 25% menjadi Rp 650,dan PNSE naik 25% menjadi Rp 600.
ARA juga melanda saham CBRE dengan kenaikan 24,78% menjadi Rp 705, AGAR naik 24,71% menjadi Rp 1.590, ROCK naik 24,61% menjadi Rp 2.380, AKPI naik 24,44% menjadi Rp 560, SIPD naik 24,32% menjadi Rp 690, dan HATM naik 24,30% menjadi Rp 665. Meski tak ARA, saham BBSS, WMUU, SKBM naik lebih dari 23%.
Trading View Chart
