Danantara Tak Mundur! Investasi Pasar Modal Berlanjut di Tengah Tekanan MSCI
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan dukungannya terhadap reformasi pasar modal Indonesia di tengah konsultasi MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham nasional dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Danantara juga memastikan investasi untuk mendukung pasar modal akan terus berlanjut.
Managing Director Global Relations and Communications Danantara Pahala Nugraha Mansury mengatakan, Danantara mendukung proses reformasi pasar modal bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk penegakan aturan yang telah dan akan dilakukan regulator. “Ya, kita selalu mendukung adanya proses reformasi di pasar modal Indonesia, tentunya bersama-sama juga dengan pihak OJK,” kata Pahala di Menara Danantara, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Baca Juga
Bukan Delisting! BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Pahala menegaskan, fundamental Indonesia tetap baik dan Danantara berkomitmen untuk terus mendukung reformasi pasar modal nasional. Menurut dia, upaya tersebut menjadi bagian dari langkah memperbaiki kondisi pasar modal Indonesia. “Dan kita juga menyampaikan bahwa fundamental kita baik, dan kita berkomitmen untuk terus melakukan reformasi,” ujarnya.
Selain mendukung reformasi, Danantara memastikan investasi untuk mendukung Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus berlanjut. Saat ditanya mengenai kelanjutan investasi tersebut, Pahala menegaskan komitmen Danantara untuk meneruskannya. “Selama ini kita sudah dan akan terus, dan ini akan terus berjalan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian terhadap reformasi pasar modal Indonesia menyusul konsultasi yang dibuka MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham nasional.
Baca Juga
Net Sell Tembus Rp 1,72 Triliun, Saham Bank Ini Kembali Dilego
Sebelumnya, MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Dalam pengumuman pada Jumat (16/10/2026), penyedia indeks global tersebut menyampaikan kekhawatiran pelaku pasar terkait kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.
Sorotan MSCI terutama berkaitan dengan transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi. Kedua isu tersebut menjadi perhatian dalam proses evaluasi klasifikasi pasar saham Indonesia.
MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final mengenai usulan perubahan klasifikasi tersebut paling lambat akhir Juni 2027. Selama masa konsultasi, MSCI juga dapat menyampaikan pembaruan sementara mengenai tanggapan pelaku pasar.
