Target Saham Medco (MEDC) Direvisi Naik Jadi Rp 2.300, Begini Pertimbangannya
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dinaikkan BRI Danareksa Sekuritas menjadi Rp 2.300 per saham dari sebelumnya Rp 2.200 per saham. BRI Danareksa juga mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham emiten migas tersebut.
Mengutip riset yang dirilis Rabu (7/10/2026), kenaikan target harga saham MEDC tersebut menggunakan metode Sum-of-the-Parts (SOTP) dan mencerminkan valuasi sekitar 5,2 kali proyeksi price-to-earnings (P/E) MEDC untuk 2027. Adapun pada penutupan sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/10/2026), saham MEDC berada di level Rp1.445 atau menguat 0,35%.
Revisi naik target harga tersebut mempertimbangkan prospek operasional MEDC semakin kuat, seiring sejumlah proyek yang masuk dalam pipeline. Manajemen MEDC mempertahankan panduan produksi minyak dan gas (O&G) 2026 sebesar 165-170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), meski produksi pada semester I/2026 telah mencapai 170,1 mboepd.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,55% Terseret Saham BYAN hingga DSSA
Produksi MEDC diperkirakan meningkat secara bertahap seiring mulai beroperasinya sejumlah proyek. Sambar ditargetkan mulai berproduksi sebagian pada kuartal IV-2026, dengan produksi sekitar 108 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) pada 2027. Selanjutnya, Rebonjaro ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal I-2027, sedangkan gas pertama dari Sakakemang diperkirakan mengalir pada kuartal III-2027 dengan kapasitas sekitar 85 mmscfd.
Selain itu, proyek Senoro Fase 2A diperkirakan mencapai produksi sekitar 340 mmscfd dan bertahan hingga 2031. MEDC juga menjadi operator Cendramas PSC di Malaysia setelah kontrak bagi hasil tersebut efektif pada 23 September 2026. Untuk mempercepat pengembangan Sakakemang, manajemen MEDC menaikkan belanja modal (capex) O&G 2026 menjadi US$ 450-475 juta dari sebelumnya US$ 415 juta.
Sejalan dengan panduan terbaru tersebut, BRI Danareksa menaikkan proyeksi produksi MEDC untuk 2026-2028 masing-masing menjadi 170 mboepd, 178 mboepd, dan 179 mboepd. Sebelumnya, proyeksi produksi masing-masing sebesar 168 mboepd, 174 mboepd, dan 177 mboepd.
Naikkan Target Laba
Selain produksi, BRI Danareksa juga menaikkan proyeksi laba bersih MEDC untuk 2026-2028 masing-masing sebesar 27%, 51%, dan 62% menjadi US$ 492 juta, US$ 634 juta, dan US$ 672 juta. Revisi proyeksi laba tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kontribusi laba dari anak usaha, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), serta asumsi harga minyak yang lebih tinggi.
BRI Danareksa memperkirakan kontribusi AMMN terhadap laba MEDC mencapai US$273 juta pada 2026, kemudian meningkat menjadi US$400 juta pada 2027 dan US$470 juta pada 2028.
Baca Juga
MedcoEnergi (MEDC) Catat Produksi Migas 170 Ribu BOEPD Semester I 2026
BRI Danareksa juga menaikkan asumsi harga minyak menjadi US$86 per barel untuk 2026, US$84 per barel untuk 2027, dan US$82 per barel untuk 2028. Sebelumnya, asumsi harga minyak masing-masing sebesar US$80, US$76, dan US$75 per barel.
Sejumlah faktor tersebut, BRI Danareksa menyebutkan, valuasi saham MEDC kini menarik karena diperdagangkan pada valuasi 5,2 kali P/E 2027 atau sekitar 28% di bawah rata-rata lima tahunnya. Valuasi tersebut dinilai menarik dengan prospek pertumbuhan laba yang ditopang pengembangan Corridor dan Sakakemang, peningkatan produksi AMMN, serta sejumlah opsi pertumbuhan dari perpanjangan PSC Madura, PSC Nawasena di Jawa Timur, dan PSC Cendramas di Malaysia.
