Bukan Mobil Listrik, Sentimen Negatif Saham Astra (ASII) Ternyata Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan belum saatnya ada sentiment positif pada saham PT Astra International Tbk (ASII). Hal ini dipicu berlanjutnya recall produk Toyota, Daihatsu, hingga Hino Jepang.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa berlanjutnya recall beberapa produk Toyota, Daihatsu, hingga Hino Jepang telah menjadi tambahan sentimen negative terhadap pergerakan harga saham ASII. Recall terkait dengan manipulasi test safety dan sertifikasi mesin.
Baca Juga
Digempur Mobil Listrik China, Ketidakpastian Astra (ASII) Meningkat
“Kami melihat bahwa skandal yang melanda principal pabrikan otomotif tersebut akan membuat penurunan citra produk yang dipasarkan Astra. Hal ini akan linier dengan pergerakan harga sahamnya,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Terkait dampak penerapan kenaikan tarif pajak progresif kepemilikan kendaraan bermotor di Jakarta, dia mengatakan, tidak berdampak besar terhadap penjualan otomotif perseroan. Hal ini terlihat dari penjualan dalam beberapa bulan terakhir.
Estimasi Kinerja Keuangan ASII
Mengangkut massifnya peluncuran produk mobil listrik di Indonesia, dia mengatakan, memang dikhawatirkan sejumlah investor bisa menekan pangsa pasar penjualan Astra (ASII) di Idndonesia.
“Namun berdasarkan hasil pengamatan pasar mobil di Thailand, Toyota tetap mampu untuk mempertahankan pangsa pasar sebanyak 34% di negara tersebut, meskipun banyak mobil listrik masuk,” terang dia.
Baca Juga
Insentif Mobil Listrik Bertambah, Tantangan Astra International (ASII) Bertambah
BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa BYD maupun pabrikan mobil listrik lainnya dinilai tak mampu untuk membuat penjualan kendaraan ini massif di Indonesia. Apalagi harga jual kendaraan listrik yang masuk berada di atas Rp 300 juta, bandingkan dengan sebanyak 70% pasar penjualan mobil di Indonesia dengan harga di bawah Rp 300 juta.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat hold saham ASII dengan target harga Rp 5.700. Target tersebut merefleksikan proyeksi PER sekitar 5,9 kali. Penguatan lebih lanjut saham ini masih membutuhkan katalis positif.

