Bitget Catat Rasio Cadangan 131% pada September 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Platform aset kripto Bitget mencatat rasio cadangan keseluruhan sebesar 131% dalam pembaruan Proof of Reserves (PoR) September 2026. Data tersebut berdasarkan snapshot per 29 September 2026 pukul 09.00 UTC.
Dalam pembaruan tersebut, Bitget mencatat rasio cadangan di atas 100% untuk seluruh 19 aset yang tercakup dalam PoR. Artinya, berdasarkan data yang dipublikasikan perusahaan, jumlah aset cadangan untuk aset-aset tersebut melebihi saldo pengguna yang tercakup dalam verifikasi.
Rasio cadangan tertinggi tercatat pada NEAR sebesar 181%, disusul XAUT 172%, USDGO 169%, SOL 157%, ADA 155%, dan USDC 154%. Sementara itu, rasio cadangan BTC tercatat 142% dan ETH 110%.
Baca Juga
Tahun Ini, OSL Indonesia Bidik 8%-10% Pangsa Konsumen Kripto
Adapun rasio cadangan untuk sejumlah aset lainnya yakni SUI 153%, TAO 146%, HYPE 142%, LINK 137%, LTC 131%, DOGE 130%, ONDO 122%, PI 109%, USDT dan XRP masing-masing 107%, serta BNB 104%.
Pembaruan PoR tersebut merupakan yang ke-47 sejak Bitget memperkenalkan mekanisme tersebut pada Desember 2022. Perusahaan sebelumnya memperluas cakupan PoR dari empat menjadi 19 aset pada September 2026.
CEO Bitget Gracy Chen mengatakan publikasi PoR memungkinkan pengguna memeriksa data cadangan yang dipublikasikan perusahaan. Verifikasi dilakukan menggunakan sistem kriptografis berbasis Merkle Tree.
Baca Juga
Akun Kripto Tembus 22,93 Juta per Juli, Penguatan Ekosistem Aset Digital Diperkuat
Pembaruan ini juga diterbitkan setelah insiden keamanan yang terjadi pada 24 September 2026. Berdasarkan snapshot 29 September, Bitget menyatakan aset pengguna yang tercakup dalam PoR tetap memiliki dukungan cadangan di atas rasio 1:1.
Selain PoR, Bitget menyebut memiliki Protection Fund sebagai mekanisme perlindungan tambahan yang terpisah dari cadangan yang digunakan untuk mendukung saldo pengguna.
Bitget menyatakan akan melanjutkan publikasi data Proof of Reserves secara berkala, termasuk rasio cadangan dan saldo wallet, agar pengguna dapat melakukan verifikasi secara mandiri.
