Pemprov DKI Siapkan Obligasi Rp 5,6 Triliun untuk LRT Manggarai-Dukuh Atas dan RS Sumber Waras
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan penerbitan obligasi daerah dengan target dana Rp 5,6 triliun. Dana segar tersebut rencananya dialokasikan untuk dua proyek strategis, yakni pengembangan LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas dan kelanjutan pembangunan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penggunaan dana hasil emisi obligasi berkisar Rp 5,6 triliun tersebut terdiri atas sektor transportasi dan kesehatan. "Yang pertama dari angka Rp 5,6 triliun yang diajukan, terdiri atas Rp 2,7 triliun untuk LRT. Sisanya untuk kesehatan yaitu untuk Sumber Waras (Rp 2,9 triliun)," ungkap Pramono saat meninjau kesiapan LRT Jakarta di Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).
Rencana penerbitan obligasi daerah ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Menurut Pramono, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian secara prinsip telah memberikan persetujuan sebagai langkah awal. Meski demikian, proses penerbitan ini masih harus melewati tahap pembahasan dengan sejumlah kementerian teknis.
Baca Juga
Yield Treasury Naik, Program ‘Buyback’ Bessent Gagal Redam Gejolak di Pasar Obligasi AS
Di antaranya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hingga Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Kami sedang mengupayakan. Saat ini masih dalam tahap pembicaraan dengan eselon 1 di kementerian terkait. Karena ini dilakukan secara transparan dan terbuka, saya meyakini Jakarta pasti mampu menyelesaikan itu. Mudah-mudahan izinnya segera dikeluarkan," tambah Pramono.
Penerbitan obligasi ini juga mempertimbangkan penyesuaian kebutuhan anggaran untuk LRT Manggarai-Dukuh Atas (Fase 1C). Target pembangunan fase ini akan dimulai pada tahun 2027 mendatang.
Awalnya, menurut dia, proyek ini diperkirakan membutuhkan dana Rp 2,1 triliun. Namun, angka tersebut naik menjadi Rp 2,7 triliun karena adanya kebutuhan pengadaan 16 unit rangkaian kereta (trainset) baru. Begitu proyek yang membentang hingga Manggarai selesai, Pemprov DKI akan langsung melanjutkan pembangunan hingga Dukuh Atas guna memperluas konektivitas transportasi publik.
Baca Juga
Siap Diresmikan Prabowo, LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Rampung 100%
Terkait fase sebelumnya, Pramono memastikan pembangunan jalur LRT Kelapa Gading-Manggarai telah rampung. Berdasarkan data status Fisik rel dan jalur layang sudah selesai 100% dengan spesifikasi panjang 12,2 km dengan 11 stasiun.
LRT Kepala Gading-Manggarai diusulkan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Agustus 2026. LRT ini akan beroperasi penuh pukul 05.00 - 24.00 WIB. Sedangkan tarif ditetapkan flat Rp 5.000 hingga Oktober 2026 (sebelum tarif transisi ditentukan kemudian).
RS Sumber Waras
Selain sektor transportasi, Pramono mengatakan, sisa dana obligasi sebesar Rp 2,9 triliun akan dimanfaatkan untuk membangun RS Sumber Waras yang mangkrak sejak tahun 2023. Proyek ini memiliki sejarah panjang yang sempat menjadi polemik.
Baca Juga
Bank Jakarta-Persija Berkolaborasi, Gubernur Pramono Targetkan Juara Jadi Kado 500 Tahun Jakarta
Berikut adalah rekam jejak lahan RS Sumber Waras, yaitu Pemprov DKI Jakarta membeli lahan seluas 3,6 hektare (ha) pada 2014. Kemudian, pengadaan lahan ini sempat menjadi polemik setelah ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan masuk ke tahap penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2014, sehingga pemanfaatan lahan tertunda.
KPK resmi menghentikan penyelidikan karena dinilai tidak menemukan bukti yang cukup. Di era kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, pemanfaatan lahan tersebut kembali dikaji untuk direalisasikan menjadi rumah sakit.

