IHSG Dibuka Lanjutkan Penguatan 0,28%, Saham PICO Dibuka Langsung Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026), dibuka lanjutkan penguatan 18,31 poin (0,28%) menjadi 6.544. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung melemah.
Kenaikan ditopang penguatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi, material dasar, industri, konsumer non primer, konsumer primer, keuangan, infrastruktur, teknologi. Sebaliknya saham transportasi dibuka turun tipis.
Baca Juga
IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, BBRI hingga BRMS Jadi Pilihan
Di tengah penguatan tersebut, saham PICO dibuka melambung sebanyak 25,55% menjadi Rp 172, MUTU naik 11,67% menjadi Rp 134, dan FIBRE menguat 9,82% menjadi Rp 123.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat sebanyak 123,80 poin (1,93%) menjadi 6.525 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham jumbo Rp 2,23 triliun oleh investor asing. Kenaikan indeks pekan ini dipicu atas penguatan sebanyak 525 saham, sebanyak 230 saham ditutup stagnan, dan hanya 208 saham yang mengalami penurunan sepanjang pekan ini.
Penyumbang utama lomptan indeks pekan ini dikontribusikan kenaikan harga saham BYAN sebanyak 8,33%, BBRI naik 3,53%, BRMS menguat 12,1%, AMMN naik 4,92%, dan BBCA menguat 1,57%. Kenaikan juga disumbangkan penguatan saham BUMI, BMRI, DSSA, BBNI, dan EMAS.
Baca Juga
BEI Unsuspensi Saham Intermedia (MDIA) Hari Ini, Penguatan Bakal Berlanjut?
Dari sisi sektor, mayoritas mengalami peningkatan pesat, kecuali saham sektor kesehatan dengan penurunan 0,55%. Sisanya sektor material dasar melesat 3,67%, properti 2,65%, infrastruktur 2,73%, energi 2,94%, dan konsumer non primer 2,28%.
Adapun lima saham dengan net buy terbanyak pekan lalu adalah DSSA senilai Rp 1,27 triliun, BBRI mencapai Rp 745,32 miliar, BBCA senilai Rp 405,47 miliar, AMMN senilai Rp 328,75 miliar, dan APIC mencapai Rp 296,43 miliar.

