PINTU Luncurkan Futures Lite, Bidik Trader Derivatif Crypto Pemula
JAKARTA, investortrust.id — PT Pintu Kemana Saja (PINTU), perusahaan penyedia platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan fitur Pintu Futures Lite untuk memperluas akses trading derivatif crypto bagi trader pemula hingga menengah.
Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, Futures Lite dirancang sebagai pintu masuk bagi pengguna yang ingin mencoba trading derivatif kripto dengan leverage melalui tampilan dan alur transaksi yang lebih sederhana.
“PINTU menghadirkan fitur Pintu Futures Lite sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin memulai trading derivatif kripto menggunakan leverage,” ujar Andy dalam siaran pers, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga
Investor Kripto Tembus 22,69 Juta, PINTU Genjot Literasi di Kalangan Pekerja Muda
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat membuka posisi Long atau Short hanya dalam tiga langkah. Pengguna terlebih dahulu memilih arah posisi, kemudian memasukkan jumlah margin dan menentukan leverage melalui slider dengan batas maksimal 25 kali lipat dari modal awal.
Setelah posisi terbuka, pengguna dapat memantau status posisi secara real time serta mengatur Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) melalui halaman detail posisi aktif.
PINTU juga menyediakan mekanisme Isolated Margin untuk membantu pengguna mengelola risiko dalam perdagangan derivatif.
Andy mengatakan, kombinasi leverage yang dapat disesuaikan, fitur manajemen risiko, serta tampilan single screen menjadi pembeda Futures Lite dibandingkan fitur Pintu Futures Pro yang menyasar pengguna dengan pengalaman trading lebih lanjut.
Peluncuran Futures Lite dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan derivatif kripto secara global maupun domestik.
Baca Juga
PINTU Kembali Sabet Gold di IRCA 2026, Perkuat Reputasi Kepatuhan Industri Kripto
Berdasarkan 2026 Q2 Crypto Industry Report dari CoinGecko, volume perdagangan derivatif crypto global pada kuartal II 2026 mencapai US$12,7 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan perdagangan spot yang tercatat US$1,95 triliun pada periode yang sama.
Di Indonesia, data bursa kripto CFX menunjukkan perdagangan pasar derivatif hingga April 2026 mencapai Rp4,4 triliun.
Andy optimistis kehadiran Futures Lite dapat mendorong masyarakat memahami instrumen derivatif kripto secara bertahap dan bertanggung jawab.
“Kami optimis kehadiran Pintu Futures Lite dapat mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia dapat memahami instrumen derivatif kripto secara bertahap dan bertanggung jawab,” katanya.
Ke depan, PINTU akan mengembangkan fitur edukasi terintegrasi dan memperluas pilihan aset yang dapat diperdagangkan melalui Futures Lite.
Namun, Andy mengingatkan bahwa perdagangan futures menggunakan leverage memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Karena itu, pengguna diminta melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) dan menerapkan manajemen risiko sebelum melakukan transaksi.

