IHSG Berpeluang Bergerak Terbatas Hari Ini, Saham EMTK hingga BWPT Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/8/2026), diproyeksikan bergerak terbatas dengan rentang support 6.400–6.430 dan resistance 6.490. Tiga saham EMTK, ADRO, dan BWPT direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pasar masih mencermati hasil RDG Bank Indonesia pada 19 Agustus dengan konsensus memperkirakan BI-Rate dipertahankan di 5,75%, rilis utang luar negeri Indonesia kuartal II-2026 sebesar US$ 454,4 miliar serta arah kebijakan fiskal dalam RAPBN 2027 juga menjadi perhatian investor.
Baca Juga
KPK Sebut Uang yang Diterima Bebizie PAN dari PT BKS Bukan Honor Menyanyi
Laju IHSG juga akan dipengaruhi pemantauan pemodal terhadap perkembangan ekonomi China dan Jepang, ketegangan AS-Iran, serta FOMC Minutes untuk melihat arah kebijakan The Fed menjelang September. “Secara teknikal, IHSG membentuk gap up dan ditutup di 6.449,83, namun candle terakhir membentuk shooting star di area previous high 6.491, mengindikasikan adanya potensi profit taking di sekitar resistance,” tulisnya.
Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.400, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, struktur bullish jangka pendek masih terjaga dengan peluang menguji kembali 6.490. Namun, kegagalan bertahan di area tersebut dapat membuka ruang pullback dan konsolidasi.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham EMTK dengan target harga Rp 530-550, ADRO dengan target harga Rp 2.600-2.700, dan BWPT dengan target harga Rp 97-100.
Baca Juga
Menuju Pusat Ekonomi Syariah Dunia, MES Siapkan Peta Jalan Empat Tahap hingga 2030
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 47,94 poin (0,75%) menjadi 6.449 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 355,17 miliar. Terbanyak melanda saham ISAT senilai Rp 191,05 miliar, BBRI mencapai Rp 170 miliar, dan DSSA sebanyak Rp 165,60 miliar.
Lompatan indeks hari ini terdorong penguatan saham emiten Low Tuck Kwong, yaiut BYAN sebanyak 19,97% menjadi Rp 17.275. Lompatan juga melanda saham emiten Haji Isam hingga auto reject atas (ARA), seperti PGUN, JARR, TEBE, FAST, hingga PACK.
Kenaikan IHSG juga didukung penguatan pesat sejumlah sektor saham, seperti energi naik 2,24%, infrastruktur naik 1,65%, property 1,21%, konsumer non primer 1,03%, transportasi 1,42%, material dasar 0,81%, sektor industry 0,25%, teknologi 0,51%, konsumer primer 0,24%, dan kesehatan 0,13%. Sebaliknya penurunan melanda saham keuangan 0,13%.
