Net Sell Capai Rp 355,17 Miliar, Intip Daftar 5 Saham Terbanyak Dilepas Investor Asing Ini
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 355,17 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/8/2026), menguat sebanyak 47,94 poin (0,75%) menjadi 6.449.
Net sell terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu ISAT senilai Rp 191,05 miliar, BBRI mencapai Rp 170 miliar, DSSA sebanyak Rp 165,60 miliar, TPIA mencapai Rp 153,60 miliar, dan ASII sebanyak Rp 48,02 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak, yaitu saham SMMA senilai Rp 179,66 miliar, PACK mencapai Rp 141,60 miliar, ANTM senilai Rp 69,01 miliar, BBCA sebanyak Rp 44,41 miliar, dan BUMI mencapai Rp 37,29 miliar.
Baca Juga
TelkomGroup Optimalkan Konektivitas Satelit Telkomsat di 17 Titik Terdampak Gempa NTT
Lompatan indeks hari ini terdorong penguatan saham emiten Low Tuck Kwong, yaiut BYAN sebanyak 19,97% menjadi Rp 17.275. Lompatan juga melanda saham emiten Haji Isam hingga auto reject atas (ARA), seperti PGUN, JARR, TEBE, FAST, hingga PACK.
Kenaikan IHSG juga didukung penguatan pesat sejumlah sektor saham, seperti energi naik 2,24%, infrastruktur naik 1,65%, property 1,21%, konsumer non primer 1,03%, transportasi 1,42%, material dasar 0,81%, sektor industry 0,25%, teknologi 0,51%, konsumer primer 0,24%, dan kesehatan 0,13%. Sebaliknya penurunan melanda saham keuangan 0,13%.
Sedangkan saham dengan penguatan harga tertinggi hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KIJA naik 34,96% menjadi Rp 166, JARR naik 24,88% menjadi Rp 2.510, INET naik 24,79% menjadi Rp 292, ASLI menguat 24,76% menjadi Rp 262, TEBE naik 24,73% menjadi Rp 1.715, PGUN naik 19,93% menjadi Rp 9.175, dan BYAN naik 19,79% menjadi Rp 17.250.
Baca Juga
Mirae Asset: MSCI Diperkirakan Unfreeze Indonesia Paling Cepat 2027
Kenaikan tertinggi dicatatkan saham berikut, yaitu JARR menguat 24,88% menjadi Rp 2.510, YPAS naik 24,58% menjadi Rp 1.495, BYAN naik 19,97% menjadi Rp 17.275, dan PGUN menguat 19,93% menjadi Rp 9.175. Meski tak ARA, saham PADA melambung 33,33% menjadi Rp 240.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat sebanyak 1,59% didukung sentimen positif pidator Presiden Prabowo terkait menargetkan deficit lebih rendah dari 2,40% dari PDB. Sedangkan saham utama penopang IHSG berasal dari lompatan harga BYAN setelah terkuat rumor bakal diakuisisi pengusa Haji Isam. Lompatan harga juga melanda seluruh saham emiten Haji Isam.

