Jadi Head of Operations Upbit, Irvan Tisnabudi Soroti Risiko Platform Kripto Ilegal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Upbit Indonesia memperkuat operasional perusahaan dengan menunjuk Irvan Tisnabudi sebagai Head of Operations. Dalam posisi tersebut, Irvan akan bertanggung jawab memperkuat keamanan, tata kelola, kepatuhan, manajemen risiko, serta inovasi layanan yang berorientasi pada pengguna.
Irvan mengatakan, penguatan perlindungan konsumen menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya adopsi aset kripto di Indonesia. Menurut dia, tingginya volatilitas aset kripto sudah menjadi risiko bagi investor sehingga perlu diimbangi dengan standar keamanan platform yang tinggi.
“Pertumbuhan industri aset kripto harus diiringi dengan meningkatnya standar perlindungan konsumen. Masyarakat perlu bisa membedakan dan memilah antara platform yang menerapkan standar yang top tier, dan yang mana yang tidak,” ujar Irvan dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Dia menilai investor juga perlu mewaspadai risiko tambahan seperti peretasan (hacking) dan eksploitasi aset (asset exploit) ketika menggunakan platform aset digital.
Irvan mengatakan masih terdapat masyarakat yang menempatkan dana pada platform yang tidak berizin maupun memiliki kualitas operasional rendah karena tergiur imbal hasil tinggi.
“Risiko yang dihadapi bukan hanya kehilangan aset, tetapi juga minimnya perlindungan ketika terjadi masalah,” katanya.
Baca Juga
Upbit: Kripto Tepat sebagai Pelengkap Portofolio, Bukan Pengganti Instrumen Lain
Karena itu, masyarakat diminta memastikan legalitas platform, kualitas operasional, sistem keamanan, serta mekanisme perlindungan pengguna sebelum melakukan transaksi atau investasi aset kripto.
Sebagai Head of Operations, Irvan akan memastikan kegiatan operasional Upbit Indonesia berjalan sesuai standar global dan ketentuan regulasi yang berlaku di Indonesia. Perusahaan juga akan terus memperkuat keamanan, tata kelola, kepatuhan dan pengelolaan risiko sembari mengembangkan inovasi produk.
Menurut Irvan, perkembangan teknologi blockchain dan sistem berbasis on-chain akan semakin terintegrasi dengan layanan keuangan. Namun, perkembangan tersebut harus diikuti pengawasan dan tata kelola yang memadai.
“Perkembangan industri kripto berjalan sangat cepat dan perlahan akan menjamah semakin banyak orang. Kami percaya inovasi dan perlindungan konsumen harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Irvan juga menyebut semakin banyak aspek keuangan konvensional (traditional finance) yang berpotensi bermigrasi ke ekosistem on-chain. Upbit, kata dia, akan terus menghadirkan teknologi dan produk baru dengan tetap menempatkan keamanan, kepatuhan, dan kepentingan pengguna sebagai prioritas.
Baca Juga
Upbit Indonesia Perluas Literasi Blockchain dan Web3 Lewat Edukasi di Ambon
Di sisi regulasi, Upbit Indonesia menyatakan siap berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun standar industri aset digital.
“Kami siap menjadi mitra OJK dan selama ini menjadi tidak hanya pedagang tapi juga sebagai penasehat dan memberi input untuk semua stakeholders dalam membangun standar industri aset digital yang semakin solid,” kata Irvan.
Dia menilai Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi aset digital di kawasan regional, didukung oleh ukuran pasar dan tingkat adopsi layanan digital yang besar.
Menurut dia, peluang tersebut perlu diikuti penguatan tata kelola agar inovasi aset digital dapat berkembang secara sehat sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi konsumen.

