Saham TINS Cuan, Prabowo: Sayang Kita Tak Diberi Proyeksi
JAKARTA, investortrust.id – Presiden RI Prabowo Subianto ikut menyinggung cuan saham PT Timah Tbk (TINS) dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menyoroti kinerja PT Timah Tbk yang membukukan laba bersih sebesar Rp 2,71 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut melonjak lebih dari sembilan kali lipat dibandingkan laba Rp 300,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Artinya naik 900%. Dalam enam bulan naik keuntungan 900%. Karena PT Timah adalah Tbk, PT Timah valuasinya sekarang naik 280% di bulan Agustus 2026 dibanding Agustus 2025 yang lalu,” kata Prabowo.
Baca Juga
Tambang Ilegal Ditertibkan, Laba Timah (TINS) Melonjak 9 Kali Lipat Tembus Rp 2,71 Triliun
Prabowo kemudian berkelakar bahwa seandainya mendapat proyeksi kinerja PT Timah lebih awal, pihaknya bisa ikut memborong saham perseroan.
“Mungkin yang punya saham di PT Timah berarti kekayaannya naik 300%. Sayang kepala BPI Danantara tidak memberi proyeksi kepada kita, kalau enggak kita borong-borong itu saham PT Timah,” kelakar Prabowo.
Baca Juga
Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Positif untuk Timah (TINS)
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (14/8/2026), saham TINS berada di level Rp3.830 per saham atau menguat 2,96%. Saham TINS bahkan sempat menyentuh level Rp3.850 atau menguat 3,49%.
Prabowo mengeklaim, torehan kinerja tersebut salah satunya dipicu oleh pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara besar-besaran.
Dalam semester I 2026, Prabowo juga merinci sejumlah BUMN yang mencatatkan pertumbuhan keuntungan, yakni Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) naik 408,9%, PT Pupuk Indonesia (Persero) naik 252,8%, PT Pertamina (Persero) naik 86%, PT Pegadaian (Persero) naik 84,4%, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo naik 60,4%, serta PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN naik 54,4%.
Adapun dari sisi operasional, TINS mencatat peningkatan produksi bijih timah sebesar 75% menjadi 12.232 ton Sn. Produksi logam timah tumbuh 58% menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan volume penjualan logam timah meningkat 85% menjadi 10.984 metrik ton.
Pendapatan perseroan tumbuh 146,9% menjadi Rp10,42 triliun. Sementara itu, laba usaha meningkat dari Rp380,20 miliar menjadi Rp3,46 triliun, sehingga margin laba usaha melebar dari 9,01% pada semester I 2025 menjadi 33,24% pada semester I-2026.
Kenaikan kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan produksi dan penjualan serta penertiban aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung.

