IHSG Ditutup Anjlok 1,13% Terseret Emiten Prajogo, Sebaliknya 4 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/8/2026), ditutup anjlok sebanyak 72,08 poin (1,13%) menjadi 6.301,77. Rentang pergerakan 6.281-6.390 dengan nilain transaksi Rp 12,25 triliun.
Penurunan dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, terbesar sektor energi turun 2,32%, material dasar 2,93%, industry 2,30%, consumer primer 1,59%, teknologi 1,20%, consumer non primer 1,05%, dan infrastruktur 0,88%.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan mayoritas saham big cap, seperti seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CUAN, CDIA, dan PTRO. Pelemahan juga dipicu atas pelemahan saham big cap, yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski IHSG turun tajam, beberapa saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), saham EKAD melesat 25% menjadi Rp 300, BABY naik 24,77% menjadi Rp 272, AGAR menguat 24,76% menjadi Rp 1.285, dan YPAS naik 24,68% menjadi Rp 960. Meski tak ARA, saham PBCA menguat 22,97% menjadi Rp 910.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 105,97 poin (1,69%) menjadi 6.373 disertai dengan investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 725,40 miliar. Net buy terbesar dicetak saham BBCA senilai Rp 262,94 miliar, PTRO mencapai Rp 174,87 miliar, dan BREN senilai Rp 138,46 miliar.
Baca Juga
Logisticplus (LOPI) dan CRRC Qiqihar Perkuat Kerja Sama Industri Perkeretaapian Indonesia
Kenaikan indeks kemarin ditopang lompatan harga saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN menguat 13,29, CUAN menguat 20,83%, PTRO naik 11,58%, BRPT naik 7,14%, CDIA naik 8,89%, dan TPIA naik 4,35%. Kenaikan juga dditopang lomptan saham ISAT 14,42%, DSSA naik 5,82%, dan DCII naik 5,45%.
Penguatan juga didukung lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 4,74%, sektor energi 3,35%, material dasar 2,34%, sektor teknologi 2,20%, industry 1,01%, consumer primer 1,54%. Sebaliknya penurunan melanda saham transportasi.

