IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound, Shaam HRTA hingga DSSA Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/8/2026), berpeluang melanjutkan penguatan rentang pergerakan 6.241-6.385. Saham HRTA, CDIA, dan DSSA direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Secara teknikal, IHSG kembali mendekati resistance 6.385. Jika mampu breakout, target berikutnya berada di 6.450, dengan support di 6.240–6.190.
Baca Juga
MSCI Agustus 2026: CPIN dan GOTO Keluar dari Global Standard, Ini Daftarnya
Laju IHSG akan dipengaruhi rilis data inflasi AS Juli sebagai katalis positif, karena inflasi turun menjadi 3,4% YoY dari 3,5% sebelumnya atau sesuai ekspektasi. Core inflation juga melandai menjadi 2,5% dari 2,6%. “Data ini memperkuat peluang The Fed untuk bersikap lebih dovish, sehingga berpotensi mendukung arus dana ke emerging market, termasuk Indonesia,” tulisnya.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi rilis rebalancing MSCI Global Standard Indexes Agustus 2026 denga hasil dikeluarkannya saham GOTO dan CPIN dari daftar. Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penurunan tipis Dow Jones, sebaliknya S&P500 dan Nasdaq berhasil menguat masing-masing 0,26% dan 0,54%.
Terkait saham pilihan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HRTA dengan target harga Rp 2.215-2.310, CDIA dengan target harga Rp 760-784, dan DSSA dengan target harga Rp 1.040-1.090.
Baca Juga
MSCI Hapus 9 Saham dari Daftar MSCI Small Cap, Ada ARTO, FILM, hingga SMGR
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 105,97 poin (1,69%) menjadi 6.373 disertai dengan investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 725,40 miliar. Net buy terbesar dicetak saham BBCA senilai Rp 262,94 miliar, PTRO mencapai Rp 174,87 miliar, dan BREN senilai Rp 138,46 miliar.
Kenaikan indeks kemarin ditopang lompatan harga saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN menguat 13,29, CUAN menguat 20,83%, PTRO naik 11,58%, BRPT naik 7,14%, CDIA naik 8,89%, dan TPIA naik 4,35%. Kenaikan juga dditopang lomptan saham ISAT 14,42%, DSSA naik 5,82%, dan DCII naik 5,45%.
Baca Juga
Inflasi AS Melandai Imbas Penurunan Biaya Energi, Tekanan Kenaikan Bunga Mereda?
Penguatan juga didukung lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 4,74%, sektor energi 3,35%, material dasar 2,34%, sektor teknologi 2,20%, industry 1,01%, consumer primer 1,54%. Sebaliknya penurunan melanda saham transportasi.
Di tengah lompatan tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan paling pesat, yaitu EKAD naik 34,83% menjadi Rp 240, DART naik 34,59% menjadi Rp 214, CUAN naik 20,83% menjadi Rp 870, CSMI naik 16,67% menjadi Rp 126, dan DOOH menguat 16,39% menjadi Rp 284.

