Jeffrey Hendrik Ungkap Investor Potensial Sudah Incar Saham BEI untuk Demutualisasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa sejumlah investor potensial telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam rangka demutualisasi BEI. Saat ini, BEI masih melakukan pembahasan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh pemegang saham untuk menindaklanjuti minat tersebut.
Demutualisasi BEI merupakan amanat Undang-Undang (UU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Berdasarkan ketentuan tersebut, kepemilikan saham BEI dapat dimiliki oleh tiga lembaga negara, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Bahwa dalam rangka menindaklanjuti ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut, telah terdapat investor potensial yang menyatakan minat untuk berinvestasi pada Bursa Efek Indonesia dalam rangka pelaksanaan demutualisasi Bursa sesuai Undang-Undang P2SK,” kata Jeffrey dalam konferensi pers secara daring, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga
Investor Pasar Modal Tembus 30,27 Juta, OJK Dorong Reformasi Besar dan Demutualisasi BEI
Jeffrey menegaskan proses demutualisasi tidak akan mengurangi independensi pasar modal. Menurutnya, BEI tetap mendukung serta berkomitmen menjalankan amanat UU P2SK terkait pelaksanaan demutualisasi tersebut.
“Adapun kepemilikan saham oleh pihak-pihak tersebut akan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek,” pungkasnya.
Sebelumnya, BPI Danantara juga telah menyampaikan minat untuk membeli saham BEI dalam rangka pelaksanaan demutualisasi. Kendati demikian, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan antara Danantara, OJK, dan BEI.
Danantara belum mengungkapkan besaran porsi saham BEI yang akan dibeli. Namun, proses pembelian saham tersebut dipastikan tidak akan lama lagi untuk diumumkan.
“Ya, demut kita masih proses, baik dengan OJK dan juga dengan Direksi Bursa, ya insyaallah beberapa bulan ke depan bisa rampung,” ucap Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, kepada awak media di Gedung BEl, Jakarta, Senin (10/8/2026).

