Investor Asing Berbalik Net Sell Rp 687,79 MIliar, Lima Saham Dipimpin SINI Diobral
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 687,79 miliar, seiring dengan penurunan indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/8/2026), sebanyak 97,49 poin (1,53%) menjadi 6.267.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu SINI senilai Rp 456,29 miliar, TPIA mencapai Rp 173,46 miliar, BMRI senilai Rp 169,20 miliar, DSSA mencapai Rp 136,99 miliar, dan ASII sebanyak Rp 67,29 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham berikut, yaitu BBRI mencapai Rp 176,55 miliar, ANTM mencapai Rp 75,11 miliar, AMMN senilai Rp 68,12 miliar, BRPT mencapai Rp 35,02 miliar, dan ACES senilai Rp 29,07 miliar.
Pelemahan tersebut terjadi menjelang pengumuman MSCI indeks besok. Penurunan ini berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung menguat sepanjang hari ini.
Pelemahan ini juga dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry melemah 3,49%, consumer primer 2,68%, teknologi 2,57%, sektor energi 1,78%, material dasar 1,79%, keuangan 1,01%, dan infrastruktur 1,22%. Sebaliknya saham kesehatan naik tipis 0,19%.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh saham big cap, seperti saham emiten Prajogo Pangestu terdiri atas BREN, TPIA, BRPT, dan CDIA. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti CSMI naik 35% menjadi Rp 108, STAR naik 24,70% menjadi Rp 414, dan YPAS naik 24,41% menjadi Rp 790. Kenaikan juga melanda saham FAST sebanyak 14,84% menjadi Rp 418 dan KJEN sebanyak 14,10% menjadi Rp 178.
Kemarin, IHSG BEI ditutup ditutup anjlok sebanyak 44,28 poin (0,69%) menjadi 6.365,37, namun pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 829,70 miliar. Net buy terbanyak melanda saham DSSA senilai Rp 1,40 triliun, BNBR mencapai Rp 374,38 miliar, dan BBCA mencapai Rp 75,10 miliar.

