IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin ARCI Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026), diprediksi lanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan 6.300-6.400. Tiga saham ini, PSAB, ARCI, dan BRMS direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan IHSG berhasil menguat 2,78% ke level 6.409 dalam sepekan terakhir. Penguatan didukung pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 sebesar 5,29% YoY, kinerja emiten Semester I-2026 yang relatif solid, serta inflasi Juli yang tetap terkendali di 2,88%.
Kenaikan indeks sepanjang pekan lalu juga didukung factor eksternal pelemahan pasar tenaga kerja AS setelah NFP Juli terkontraksi 23 ribu dibanding ekspektasi +80 ribu meningkatkan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish.
Baca Juga
Sektor Luar Negeri Diabaikan, Indonesia Terlalu ‘Inward Looking’
“Kami masih melihat IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan support 6.400–6.350 dan resistance 6.425–6.450. Secara teknikal, keberhasilan bertahan di atas 6.400 menjadi sinyal positif karena level tersebut berpotensi berubah fungsi menjadi support,” tulisnya.
Peluang penguatan IHSG juga didukung net foreign buy saham mencapai Rp 917 miliar pada perdagangan hari terakhir pekan lalu, sehingga ruang bagi capital inflow dan kelanjutan penguatan IHSG masih terbuka.
Di tengah peluang penguatan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PSAB dengan target harga Rp 476-496, ARCI dengan target harga Rp 1.260-1.315, dan BRMS dengan target harga Rp 640-690.
Baca Juga
Stok Senjata AS Menipis akibat Perang Iran, Pentagon Perintahkan Industri Genjot Produksi
Pekan lalu, IHSG ditutup naik sebanyak 173,52 poin (2,78%) menjadi 6.409. Bahkan, kenaikan IHSG BEI tertinggi diantara pasar saham Asean. Penopang utama penguatan tersebut berasal dari kenaikan saham DCII sebanyak 7,42%, kenaikan BBRI 2,96%, dan AMMN sebanyak 7,32%.
Kenaikan juga didukung penguatan seluruh sektor saham, tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar dengan penguatan 6,43%, sektor energi naik 4,60%, sektor property naik 4,02%, sektor konsumer non primer 3,32%, dan sektor kesehatan menguat 4,19%.
Sejalan dengan penguatan tersebut, pemodal asing terpantau merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 695,17 miliar sepanjang pekan ini atau pekan pertama Agustus 2026. Dominasi net buy terjadi di pasar regular, bandingkan dengan pekan sebelumnya dengan net buy sebanyak Rp 7,10 triliun yang didominasi pasar negosiasi.

