Emiten Perbankan Ambyar hingga Harga Emas Melonjak Buntut Serangan Iran ke Israel
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Selasa (16/4/2024), hari pertama dibukanya perdagangan pasca libur Lebaran 2024. IHSG terkoreksi sebesar 1,68% ke level 7.164,8. Saham-saham emiten perbankan mengalami koreksi, sementara emiten komoditas pertambangan justru menikmati kenaikan.
“Pelemahan IHSG ini merupakan selain imbas konflik geopolitik, juga ada unsur musim libur panjang lebaran sehingga terjadi efek pelemahan signifikan IHSG,” ungkap Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta, Selasa (16/4/2024).
Sejatinya sektor perbankan tak sendirian, karena sektor lainnya ikut mengalami dampak pelepasan aset-aset di emerging market seperti di Indonesia. Tengok saja sektor saham consumer non-primer yang melorot 3,29%, diikuti sektor properti yang terkontraksi 3,25%, diikuti sektor keuangan sebesar 2,87%, serta sektor teknologi sebesar 2,84%, dan berikutnya sektor consumer primer juga harus terkoreksi 2,68%.
Nah di sisi lain. penguatan terjadi di dua sektor saham berikut, yaitu sektor energi yang menguat 2,32% dan nilai emiten-emiten sektor material dasar yang menggelembung rerata sebesar 2,39%.
Penguatan harga saham di sektor energi yang berkaitan bahan bakar minyak mentah, belum terlalu terlihat. Sebab, perlu diingat bahwa Indonesia masih banyak mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Sektor pertambangan terdorong krisis di Timur Tengah
Alhasil, perusahaan minyak dan tak tertutup kemungkinan juga gas (migas), sejatinya tidak terlalu diuntungkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang dapat mendongkrak harga minyak mentah (crude).
Dalam periode yang sama, Selasa (17/4/2024) pagi, harga minyak mentah berdasarkan indeks BRENT OIL, mulai naik tipis 0,31% menjadi US$ 90.67 per barel.
“IDX basic maupun energy memanfaatkan momen kemungkinan global supply chain disruption akibat geopolitik tension Israel-Iran," imbuh Nafan.
Baca Juga
BEI Sebut Konflik Timur Tengah Penyebab IHSG Anjlok 1,68% ke Level 7.164
Komoditas energi dimaksud, meliputi batu bara hingga nikel sebagai komoditas yang harganya sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak mentah global. Mengutip data RTI, sepanjang perdagangan Selasa (16/4/2024), saham energi maupun bahan baku yang masuk jajaran top gainers adalah TINS yang naik 10%, MDKA 9,92%, HRUM 8,68%, BREN 7,94%, ADMR 7,46%, hingga INCO 7,32%.
“Sesuai profil investor kalau trading jangka pendek memang lebih cenderung maintainbuyenergy dan basic,” ujar Nafan.
Secara makro, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik geopolitik Iran-Israel dikhawatirkan memberi risiko kenaikan inflasi global, yang saat ini sedang dijaga ketat.
Inflasi dapat memengaruhi kebijakan The Fed untuk melakukan strategi pelonggaran kebijakan moneter dengan menjaga Fed Fund Rate (FFR) di kisaran 5,5%. Kebijakan pelonggaran diperkirakan mundur ke kisaran September 2024, dari semula diharap mulai terjadi pada pertengahan tahun ini atau Juni.
“Dengan demikian kalau kita berekspektasi akan terjadi expansionary policy dalam waktu cepat misal Juni tetapi akhirnya tertunda karena ada faktor geopolitik di Timur Tengah,” sambung Nafan.
Oleh karena sentimen itu, harga saham empat bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI pada hari perdagangan yang sama juga,kompak melemah. Sebut saja BBRI yang terkoreksi 5,31% menjadi Rp 5.350, BBCA turun 3,56% menjadi Rp 9.475, harga BMRI terpangkas 2,93% menjadi Rp 6.625, dan BBNI tergerus 1,89% menjadi Rp 5.200.
Tak hanya keempat emiten bank berkapitalisasi raksasa, bank-bank papan tengah juga terpantau mengalami penurunan harga. Tengok PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang terkoreksi 1,46%, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) terkoreksi cukup dalam sebesar3,81%.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia pun menyarankan investor untuk melakukan buy on weakness pada kondisi-kondisi seperti ini.
“Saya cenderung ke fundamental, so far kalau lihat inflow (four big banks) masih relatif konsisten. Untuk investasi (jangka panjang) ini adalah momen tepat di mana harga saham perbankan yang relatif terdiskon untuk akumulatif buy karena udah lumayan bagus,” paparnya.
Emas jadi ‘Safe Haven’
Pada hari yang sama, harga emas global naik 1,84% menjadi US$ 2.387 per troy ons dengan harga emas Antam dibanderol pada harga Rp 1,32 juta per gram. Kenaikan harga emas, mendongkrak harga saham ANTM hingga 8,38% menjadi Rp 140 pada penutupan perdagangan di BEI.
Hal ini turut dimaklumi Nafan karena menurut dia, banyak investor memang beralih ke instrumen investasi yang lebih aman yakni emas.
“Pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed tentu membuat para pelaku pasar lebih cenderung prudent bahkan mereka mengalihkan instrumen investasinya ke aset yang bersifat safe haven misal gold,” tutur Nafan.
Bertolak belakang dengan pergerakan IHSG, Indeks Dow Jones justru memimpin penguatan indeks utama Wall Street pada pembukaan perdagangan Selasa (16/4/2024). Dow Jones dibuka naik 0,3% sedangkan S&P 500 dan Komposit Nasdaq dibuka mendatar. (CR-10)

