Lelang Spektrum Jadi Katalis, Intip Peluang Kinerja dan Target Saham XLSmart (EXCL) Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja keuangan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dinilai tetap positif, seiring perseroan memasuki fase pertumbuhan baru yang ditopang belanja modal besar, integrasi jaringan, serta implementasi teknologi 5G. Optimisme tersebut juga didukung tidak adanya indikasi pelemahan tren perbaikan tarif industri telekomunikasi.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa manajemen XL mengungkapkan peningkatan belanja modal (capital expenditure/capex) dari Rp 11,1 triliun pada 2025, menjadi Rp 15 triliun pada 2026. Anggaran tersebut seiring dengan akomodasi modernisasi jaringan sekaligus persiapan implementasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Adapun proses integrasi jaringan EXCL diperkirakan sebagian besar selesai pada 2026. Adapun sampai kuartal I-2026, progres integrasi telah mencapai sekitar 80%. Perseroan juga mulai menggelar layanan 5G di Jakarta sejak Januari 2026. Sementara penetrasi 5G telah melampaui 20% di sejumlah kota utama, seperti Bali dan Surabaya.
Baca Juga
XLSmart (EXCL) Targetkan Ekspansi 5G ke 88 Kota, Lelang Frekuensi Bakal Jadi Kunci
“Implementasi tersebut didukung kepemilikan jaringan BTS 5G terbesar dibandingkan kompetitor serta spektrum 2,3 GHz yang dimiliki Smartfren. Ke depan, adopsi layanan 5G diperkirakan mampu untuk meningkatkan average revenue per user (ARPU) sekitar 10-20% melalui konsumsi layanan data dengan kualitas yang lebih tinggi,” tulisnya.
Selain itu, manajemen EXCL menilai tren perbaikan harga (price repair) di industri telekomunikasi masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah. Perbaikan tersebut didukung standardisasi kartu perdana serta penghapusan berbagai program bonus lama.
Dengan kondisi tersebut, ARPU pada kuartal II-2026 diperkirakan tetap stabil, meski memasuki periode musiman setelah lebaran yang biasanya lebih lemah. Sementara itu, implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik diundur menjadi 19 Juli 2026. Menurut manajemen, dampaknya diperkirakan terbatas, karena proses pembersihan pelanggan telah sebagian besar diselesaikan pada kuartal I-2026.
Baca Juga
Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Lolos Seleksi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Di sisi lain, lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Juli 2026 melalui 15 putaran lelang atau lima putaran setiap hari. Hasil lelang diperkirakan diumumkan pada akhir Juli.
EXCL menyebutkan bahwa harga dasar (reserve price) pada lelang kali ini lebih menarik, dibandingkan lelang spektrum sebelumnya. Selain itu, biaya di muka (upfront fee) hanya dibayarkan satu kali, sehingga mengurangi kebutuhan pendanaan awal. Perseroan juga telah menyiapkan pendanaan yang memadai untuk mengikuti proses lelang tersebut.
Melihat berbagai katalis tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.700 per saham. Rekomendasi tersebut didasarkan pada ekspektasi percepatan realisasi sinergi jaringan, sementara biaya integrasi dan percepatan depresiasi diperkirakan semakin terukur, sehingga mendukung fase pertumbuhan berikutnya.

