Imbas ‘Outflow’ Fantastis ETF pada Mei, Pasar Kripto Awali Juni dengan Tekanan Jual
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar kripto mengawali Juni dengan tekanan jual akibat eskalasi di Timur Tengah. Keputusan Iran menangguhkan negosiasi gencatan senjata dengan AS dan ancaman blokade Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak Brent lebih dari 8% ke US$ 94 per barel.
“Sentimen risk-off seketika menyapu pasar, menekan harga Bitcoin turun menyentuh level terendah hampir dua bulan di kisaran US$ 71.000,” ujar Financial Expert Ajaib Panji Yudha, Senin (2/6/2026).
Melansir data Coinmarketcap, Bitcoin bahkan tengah menyentuh level US$ 70.209 atau kembali turun 3,94% dalam 24 jam terakhir per pukul 13:27 WIB.
Baca Juga
Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Pekan di Bawah US$ 71.000 Imbas Ketegangan AS-Iran
Melihat kilas balik ke belakang, bulan Mei 2026 tercatat sebagai periode yang berat bagi pergerakan aset kripto. Berdasarkan data BTC, imbal hasil bulanan negatif sebesar 3,41%.
Sepanjang bulan lalu, Bitcoin diperdagangkan dalam rentang volatilitas yang lebar, menyentuh titik tertinggi di US$ 82.790, sebelum ditutup koreksi di angka US$ 73.579.
Tekanan harga sejalan dengan eksodus raksasa Wall Street dari ETF Bitcoin Spot, yang mencatatkan net outflow fantastis sebesar US$ 2,43 miliar sepanjang Mei. Pendarahan likuiditas terburuk terjadi di pekan terakhir Mei dengan arus keluar (outflow) US$ 1,42 miliar, dipicu ekspektasi The Fed menahan suku bunga tinggi pada Juni 2026, dengan probabilitas 98,81%.
Di tengah gejolak pasar, langkah berbeda diambil oleh para institusi. Strategy melakukan profit taking kecil dengan menjual 32 BTC atau sekitar US$ 2,5 juta, meski masih mendominasi kepemilikan Bitcoin global senilai US$ 63,87 miliar.
Sebaliknya, Bitmine justru mengakuisisi 26.497 ETH pada harga bawah senilai total US$ 54,61 juta. Langkah ini mengukuhkan posisi perusahaan sebagai pemegang cadangan kripto institusional terbesar kedua di dunia.
Baca Juga
Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang harga US$ 71.000 hingga US$ 73.000. Sedangkan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar harga US$ 1.950 hingga US$ 2.150.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) bertengger di kisaran US$ 71.300 atau senilai Rp 1,27 miliar, terkoreksi 3,48%. Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59,25%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto tergelincir 2,6% menjadi US$ 2,41 triliun.

