Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Pekan di Bawah US$ 71.000 Imbas Ketegangan AS-Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) jatuh ke level terendah dalam tujuh pekan terakhir, menyentuh angka di bawah US$ 71.000. Penurunan seiring dengan memudarnya harapan akan tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta melonjaknya harga minyak dunia.
Melansir CoinTelegraph, Selasa (2/6/2026), harga BTC/USD mendekati level US$ 71.000 untuk pertama kalinya sejak April. Pelemahan ini terjadi setelah rencana gencatan senjata 60 hari untuk menghentikan perang antara AS dan Iran batal dilanjutkan.
The Kobeissi Letter, publikasi analisis keuangan terkemuka, menyoroti perubahan cepat dalam retorika negosiasi tersebut. Tepat sembilan hari yang lalu, Presiden Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran akan segera tercapai.
“Hari ini, Iran secara resmi mundur dari semua negosiasi dengan AS dan mengancam akan memblokir Selat Hormuz serta Bab el Mandeb. Bulan yang penuh gejolak akan terjadi,” tulis akun tersebut di X.
Akibat perkembangan ini, harga minyak mentah WTI AS mendekati level US$ 95 per barel, meningkatkan kembali tekanan pada faktor inflasi. Sementara itu, bursa saham AS justru mampu menghindari kerugian besar karena pelaku pasar mulai memperhitungkan gejolak seputar Iran.
Baca Juga
Data Manufaktur Tak Membantu Bitcoin
Bitcoin gagal mendapat dorongan pemulihan dari data manufaktur AS yang sebenarnya masih menunjukkan tren kenaikan. Sejak Februari lalu, data ini sempat menjadi pendukung pergerakan harga Bitcoin.
Institute for SUpply Management (ISM) melaporkan, purchasing managers index (PMI) manufaktur untuk bulan Mei berada di angka 54%, sedikit di bawah ekspektasi namun tetap naik 1,8% dibanding April. ISM mengatakan, PMI manufaktur di atas 47,5% umumnya mengindikasikan ekspansi ekonomi secara keseluruhan.
Baca Juga
Kapitalisasi Pasar Samsung Lampaui Bitcoin di Tengah Lonjakan Sektor Chip
Ancaman Level Resistensi
Para trader Bitcoin waspada terhadap pergerakan turun ini. Akun trading Cryptic Trades memperingatkan bahwa level US$ 71.800 yang kini gagal bertahan sangat krusial.
“Bitcoin harus bertahan di atas level ini untuk menjaga prospek bullish. Jika tidak, ini akan menjadi pembatalan struktur dan tren yang jelas,” katanya.
Analis dan trader Rekt Capital menambahkan, harga saat ini sedang menolak di dekat level all time high (ATH) lama tahun 2024 di sekitar US$ 73.800.
“Kecuali Bitcoin segera merebut kembali ATH 2024, rangkaian peristiwa teknis ini meningkatkan kemungkinan Bitcoin akan menguji ulang ATH tahun 2021,” ucap Rekt Capital.
Melirik CoinMarketCap, saat ini harga Bitcoin berada di level US$ 70.831,28 pada Selasa (2/6/2026) pukul 08.45 WIB, atau turun 3,49% dalam 24 jam terakhir.

