Akhir Mei, Pasar Kripto Masih Dibayangi Koreksi di Tengah Kenaikan BNB Dua Digit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan pasar mata uang kripto menunjukkan kinerja yang beragam pada akhir bulan Mei, Minggu (31/5/2026) pagi. Pasar mata uang kripto bergerak cenderung menguat meski tipis, ditopang kenaikan sejumlah aset digital utama meski sentimen investor masih berada di zona ketakutan (fear).
Berdasarkan data CoinMarketCap, total kapitalisasi pasar kripto global mencapai US$ 2,51 triliun atau naik 0,53% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, indeks CoinMarketCap 20 (CMC20), yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar, menguat 0,67% menjadi US$ 150,93.
Meski pasar mencatat kenaikan, indikator Fear and Greed Index masih berada di level 36 yang menunjukkan sentimen investor berada dalam kategori "Fear" atau ketakutan. Kondisi ini mengindikasikan pelaku pasar masih berhati-hati di tengah ketidakpastian arah pergerakan aset digital.
Menilik data Coinmarketcap, pukul 09.45 WIB, Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, diperdagangkan di level US$ 73.832. Dalam satu jam terakhir harga Bitcoin turun tipis 0,18%, namun masih mencatat kenaikan 0,31% dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin masih terkoreksi 3,77%.
Ethereum (ETH) berada di posisi kedua dengan harga US$ 2.026,55. Aset kripto terbesar kedua tersebut menguat 0,46% dalam 24 jam terakhir, meski masih turun 4,43% dalam tujuh hari terakhir.
Baca Juga
AS Klaim Berhasil Lumpuhkan Sebagian Jalur Pendanaan Iran Lewat Penyitaan Kripto US$ 1 miliar
Di antara aset kripto utama lainnya, Binance Coin (BNB) menjadi salah satu yang mencatat kinerja terbaik. BNB melonjak 12,11% dalam 24 jam terakhir dan menguat 12,16% dalam sepekan ke level US$ 736,22.
Sebaliknya, XRP masih berada dalam tekanan. Token tersebut turun 1,42% dalam 24 jam terakhir dan melemah 1,61% dalam tujuh hari terakhir ke posisi US$ 1,33.
Stablecoin Tether (USDT) relatif stabil di kisaran US$ 0,9984, sesuai karakteristiknya sebagai aset yang dipatok terhadap dolar Amerika Serikat.
Kinerja pasar yang beragam tersebut menunjukkan investor masih melakukan seleksi terhadap aset kripto tertentu, dengan Bitcoin tetap menjadi fokus utama pasar di tengah upaya mempertahankan level harga di atas US$ 73.000. Pelaku pasar juga mencermati perkembangan arus dana ETF Bitcoin spot serta kondisi makroekonomi global yang berpotensi memengaruhi pergerakan aset digital dalam jangka pendek.
Kapitalisasi Pasar Kripto Anjlok
Pasar mata uang kripto mengalami tekanan signifikan menjelang pergantian bulan setelah kehilangan lebih dari US$ 300 miliar dari nilai kapitalisasi pasarnya dalam dua pekan terakhir. Pelemahan ini memicu gelombang likuidasi posisi leverage dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek jangka pendek aset digital.
Melansir Cryptonews, Minggu (31/5/2026) data pasar menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global sempat menguat dari sekitar US$ 2,52 triliun pada awal Mei dan mencapai puncak di kisaran US$ 2,75–US$ 2,80 triliun pada pertengahan bulan. Namun, momentum bullish mulai melemah setelah pasar beberapa kali gagal mempertahankan level tertinggi baru.
Tekanan jual kemudian meningkat pada pekan terakhir Mei. Dalam periode 24–30 Mei, total nilai pasar kripto merosot hingga mendekati US$ 2,48 triliun, menghapus lebih dari US$ 300 miliar dari puncak kapitalisasi yang dicapai sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi seiring meningkatnya aktivitas perdagangan. Volume transaksi kripto dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai US$ 89,65 miliar, mencerminkan tingginya aktivitas jual dan upaya investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Baca Juga
CFTC: Perdagangan 24/7 Cocok untuk Kripto, Belum Tentu bagi Instrumen Investasi Lainnya
Koreksi yang terjadi tidak hanya menimpa aset tertentu, melainkan menyebar ke hampir seluruh segmen pasar kripto. Kondisi ini mengindikasikan keluarnya likuiditas secara luas dari pasar di tengah melemahnya selera risiko investor.
Analis menilai arah pasar pada awal Juni akan sangat bergantung pada kemampuan permintaan di pasar spot untuk menyerap tekanan jual yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Jika minat beli kembali meningkat, pasar berpotensi menemukan titik stabilisasi.
Sebaliknya, jika proses deleveraging atau pengurangan posisi leverage terus berlanjut, kapitalisasi pasar kripto berisiko tetap berada di bawah tekanan dan melanjutkan tren koreksi dalam jangka pendek.
Kondisi tersebut menandai berakhirnya reli kuat yang sempat mewarnai pasar kripto sepanjang paruh pertama Mei, sekaligus menjadi pengingat bahwa volatilitas masih menjadi karakter utama industri aset digital.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

