Target Harga Saham Surge (WIFI) Direvisi Turun Saat IRA Diluncurkan, Faktor Ini Jadi Pemicu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, meski perseroan telah resmi meluncurkan layanan Internet Rakyat (IRA) secara komersial. Revisi turun tersebut mempertimbangkan risiko pasar dan visibilitas monetisasi jangka panjang perseroan.
BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target harga saham WIFI dari Rp 4.500 menjadi Rp 4.100 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Penyesuaian target harga dilakukan dengan mempertimbangkan pendekatan yang lebih konservatif terhadap nilai terminal di tengah risiko pasar yang lebih tinggi dan visibilitas monetisasi jangka panjang yang masih berkembang.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Anantara dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa peluncuran IRA akan menjadi katalis pertumbuhan pelanggan, meski kontribusi pendapatan diperkirakan masih bertahap seiring proses ekspansi jaringan yang terus berlangsung.
Hingga kuartal I-2026, IRA telah memiliki 200.000 pelanggan berbayar dengan dukungan 236 BTS aktif. Saat ini, jumlah BTS aktif telah meningkat menjadi 550 unit. Angka ini masih jauh dari target WIFI sebanyak 5.500 BTS hingga akhir 2026.
Guna mendorong akuisisi pelanggan, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, WIFI telah menghadirkan program promosi bertema Piala Dunia, yaitu pelanggan cukup membayar Rp100.000 di awal dan mendapatkan akses internet gratis selama tiga bulan serta layanan FolaPlay, platform OTT milik IRSX yang bekerja sama dengan TVRI sebagai pemegang hak siar.
“Meski promosi efektif menarik pelanggan baru, potensi monetisasi jangka pendek masih terbatas akibat pengembangan jaringan berada pada tahap awal. Atas dasar itu, proyeksi pendapatan fixed wireless access (FWA) perseroan tahun 2026 direvisi turun 24% menjadi Rp 749 miliar. Sementara itu, pendapatan fiber to the home (FTTH) diperkirakan Rp 2,1 triliun, sehingga total pendapatan WIFI pada 2026 diproyeksikan Rp 3,8 triliun,” tulis riset tersebut.
Sedangkan dari sisi belanja modal, WIFI telah menyerapRp 181 miliar pada kuartal I-2026. Namun, lonjakan uang muka dan persediaan masing-masing sebesar Rp 685 miliar dan Rp 969 miliar secara kuartalan menunjukkan aktivitas pengadaan perangkat telah berlangsung signifikan.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, proyeksi capex 2026 dinaikkan 8% menjadi Rp 4,5 triliun. Target pelanggan FWA juga ditingkatkan menjadi 2,5 juta pelanggan. Adapun dari sisi profitabilitas, EBITDA 2026 diperkirakan mencapai Rp1,847 triliun atau naik 9,1% dibanding proyeksi sebelumnya.

